
Hajiumrahnews.com — Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (Asphirasi) menargetkan memiliki 500 anggota travel haji dan umrah dalam tiga tahun mendatang. Target tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Nur Hayat, dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Asphirasi yang berlangsung di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
“Kami menetapkan target penambahan anggota hingga 500, tetapi yang lebih penting adalah peningkatan kualitas,” ujar Nur Hayat dalam arahannya. Ia menekankan bahwa penguatan kompetensi internal dan adaptasi teknologi menjadi pondasi utama organisasi.
Menurutnya, Asphirasi memulai fase baru melalui rangkaian talkshow dan pelatihan terkait transformasi digital. “Hari ini kita sudah memulai sesuatu yang baru di Asphirasi dengan memberikan talkshow-talkshow terkait transformasi digital,” katanya.
Nur Hayat menilai pelaku usaha harus berani meninggalkan cara lama, termasuk menghindari perang harga yang merugikan industri. “Kita harus memberikan nilai berbeda agar masyarakat tetap memilih travel resmi,” ujarnya.
Ketua Harian Asphirasi, Muhammad Fadli Abdurahman, menambahkan kabar terbaru mengenai kebijakan Arab Saudi. Menurut dia, akses pembuatan visa umrah B2C kini telah dicabut.
“Dengan update ini, seluruh jemaah wajib melalui PPIU resmi. Informasi seperti ini yang terus kami perbarui agar anggota tidak tertinggal,” jelas Fadli.
Ia menegaskan bahwa perubahan kebijakan internasional membuat transformasi digital dan edukasi anggota menjadi keharusan, bukan pilihan.
Pada kesempatan yang sama Retno Anugerah, Sekretaris Jenderal Asphirasi, menjelaskan pergeseran sistem Haji Khusus tahun ini. Dengan skema B-to-B-to-C, PIHK kini memiliki ruang lebih besar dalam pengelolaan jamaah, meski tetap wajib berkoordinasi dengan Masyariq sebagai muassasah.
“Asphirasi yang menampung 2.043 jemaah dalam satu user juga mendapatkan Maktab 111, salah satu maktab terdekat dan berstatus VIP,” kata Retno.
Ia menambahkan bahwa jalur haji nonkuota atau Mujamalah kemungkinan tetap tersedia, meski jumlah dan kepastian keluarnya kuota masih bergantung pada otoritas Saudi. “Biasanya jalur Mujamalah tetap ada, meski jumlahnya terbatas dan keluarnya tidak dapat dipastikan,” ujarnya.
Melalui Mukernas II, organisasi menetapkan empat fokus utama untuk tahun 2026:
Penambahan Anggota Berkualitas
Target 100 PIHK baru dan 200 PPIU baru, dengan prioritas pada peningkatan kualitas layanan.
Peluncuran Program Haji Mujamalah Asphirasi
Program akan diumumkan resmi dan diberikan kepada anggota yang memenuhi kualifikasi.
Program Umrah Akbar Tahunan
Ditargetkan tiga pesawat dari Makassar, Surabaya, dan Jakarta.
Penguatan SDM dan Digitalisasi
Termasuk pelatihan digital marketing, manajemen keuangan, tour leader, pembimbing haji-umrah, dan transformasi bisnis berbasis AI.
Ketua Umum Asphirasi, Amaludin Wahab, menegaskan bahwa agenda 2026 disusun untuk menghadapi dinamika industri haji dan umrah yang kian kompetitif. “Konsolidasi anggota, penguatan fondasi organisasi, inovasi program, hingga peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama tahun 2026,” ujarnya.
Sesi pleno juga dihadiri Pelaksana Tugas Dirjen Pengawasan Kementerian Haji dan Umrah, Harun Ar-Rasyid, yang mengingatkan pentingnya kepatuhan regulasi.
“Pelaku usaha travel harus menjaga tata kelola yang baik serta berkolaborasi dengan otoritas Saudi,” tegas Harun.
Mukernas II yang dihadiri ratusan peserta tersebut menjadi momentum konsolidasi Asphirasi menuju industri umrah Indonesia yang lebih modern dan profesional.
Dengan target besar di tengah perubahan regulasi dan digitalisasi global, Asphirasi menegaskan komitmennya untuk mencetak penyelenggara perjalanan yang kompeten, adaptif, dan terpercaya. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi layanan haji dan umrah yang semakin berkualitas dan berintegritas.