Workshop Pembuatan Sabun Herbal dan Sabun Cuci Homemade

0
220

HAJIUMRAHNEWS.COM-Workshop Pembuatan Sabun Herbal dan Sabun Cuci Home Made” bersama Ahmad Hidayat, ST, MM, Ketua LPP Komibank Learning Institute digelar Minggu, (15/08) pagi hingga sore di Kawasan Wiata Halal Baduy Outbound.

Kegiatan workshop kali ini masih merupakain lanjutan seri-seri wokshop “Pemulihan Ekonomi dari Dampak Covid-19” yang dipersembahkan oleh Gaido Foundation dan Santri Mart, didukung oleh Baznas Provinsi Banten, Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, Perkumpulan Urang Banten (PUB), Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) DPW Banten, Kamar Dagang Industri (KADIN) Provinsi Banten dan disponsori oleh Bank Banten, Baduy Outbound dan Banten Restaurant.

Terlihat hadir Presedium FSPP, K.H. Samsul Ma’arif dan memberikan sambutan di awal acara ini yang dipandu langsung oleh Muhammad Hasan Gaido, founder Gaido Foundation.

Pada workshop kali ini antusiame peserta bisa disaksikan ketika mereka mempraktikkan langsung cara membuat sabun herbal dengan bahan-bahan yang gambang didapatkan di rumah. Diawali dengan penjelasan teori dari narasumber, tentang komposisi, jenis-jenis bahan, dan memilih aroma sabun seperti zaitun, pepaya, sereh, lidah buaya dan nano nano.

Peserta yang hadir sebagian besar adalah santri-santi yang berasal dari berbagai pesantren yang ada di Lebak, Pandeglang, Serang dan Cilegon. Worksop ini diselenggarakan dengan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, hanya maksimal 76 orang, disesuaikan dengan momentum HUT ke 76 Tahun  Republik Indonesia dan bisa disaksikan secara live di akun Instagram Gaido Foundation.

Harapannya, selain bisa dipergunakan untuk pribadi, namun juga bisa ditingkatkan untuk sumber ekonomi dalam skala tertentu, mulai dari rumahan, komunitas, hingga besar. Sehingga, perlu adanya workshop seperti ini agar, santri-santri termotivasi menciptakan produk unggulan yang bisa jadi kebanggaan diri dan pondok pesantrennya.

‘Saya sangat mendukung kegiatan workshop yang diadakan oleh Gaido Foundation dan Santri Mart dan mengucapkan terima kasih karena bagi  FSPP dan pesantren kegiatan semacam ini sangat penting. Hampir jarang kegiatan seperti ini dilakukan oleh swasta yang seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah, yang memiliki kebijakan dan anggaran serta jaringa sampai ke desa-desa” ujar Kyai Samsul.

Kami sangat punya kepentingan agar ponpes memiliki kemandirian ekonomi dari santri untuk santri. Nantinya agar lahir produk-produk unggulan seperti sabun santri, shampo santri, minyak santri, menyusul produk beras santri yang sudah berjalan saat ini.

Muhammad Hasan Gaido betindak sebagai host menyampaikan workship hari ini merupakan seri lanjutan wokshop yang sudah berjalan sebeleumnya dengan topik berbeda, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

Sementara program yang akan dilakukan ke depan adalah workshop tentang properti, restoran halal, keuangan syariah, manajemen ritel dan entreprenurship.

“Semoga workshop ini menjadi bukti karya anak bangsa dalam memperingati kemerdekaan kalau dulu para pejuang mengorbankan darah dan nyawa maka kami saat ini mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan harta untuk mengisi kemerdekaan semoga menjadi amal shaleh buat kita semua.” ujar Hasan Gaido.

Harapannya kegiatan ini menjadi motivasi dan inspirasi pemerintah untuk membangun peradaban dengan melibatkan semua pihak tidak jalan sendiri. Masyarakat perlu program yang konkrit untuk pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19.

Gaido Foundation mencoba mengajak semua pihak untuk bersatu padu bergerak bersama sinergi dan kolaborasi dengan konsep ABG Cantik  (Akedmisi, Business, Government dan Community.)

“Ayo para santri di Indonesia khsuusnya di Banten kita buat satu produk unggulan agar Santri Sehat, Indonesia Kuat. Kita jadikan motivasi Pak Wakil Presiden sebagai santri jadi Wakil Presiden dan jadikan Gus Iwan, yaitu santri bagus, pintar mengaji dan usahwan.” Ajak Hasan Gaido.

Semoga program ini mampu mengangkat pemulihan ekonomi syariah di Banten dari dampak Covid-19. Insyaallah akan ada produk pesantren yang bisa ekspor ke Timur Tengah” tambah Hasan Gaido yang juga bertindak selaku Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC).