Wapres: Kolaborasi Antarlembaga jadi kunci percepatan pengembangan ekosistem syariah

0
110
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam sambutannya dalam acara silaturahmi Idul Fitri 1442 H Masyarakat Ekonomi Syariah di Jakarta, Jumat (4/6/2021). Dalam kesempatan tersebut juga telah ditandatangani kerjasama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dengan menggandeng Pertamina dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam program pemberdayaan pesantren dengan mendirikan Pertashop sebanyak 1.000 oulet di tahap awal yang berlokasi di pesantren2 di Indonesia, dengan bekerjasama pembiayaan dengan BSI, program ini merupakan salah satu dari PROGRAM 1.000 nya MES Pusat. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin berharap kerja sama antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin diperluas untuk pesantren, khususnya dalam hal pengembangan ekonomi. Foto / Setwapres.

HAJIUMRAHNEWS.COM, Jakarta -Di tengah perjuangan bangsa Indonesia dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi dan peluang yang sangat besar untuk berkontribusi secara riil.

Namun, agar kontribusi ini dapat memberikan hasil maksimal, harus dilakukan pengembangan ekosistem syariah dan implementasi secara berjamaah melalui ta’awun atau gotong-royong. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antar seluruh pihak terkait yang menggeluti bidang-bidang ekonomi dan keuangan syariah.

“Kunci utama agar upaya percepatan pengembangan ekosistem ekonomi syariah ini berhasil, terletak pada sinergi dan kolaborasi terpadu antarlembaga maupun organisasi masyarakat yang menggeluti ekonomi dan keuangan syariah,” tutur Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pada acara Silaturahim Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Jumat (4/6 di Gedung The Tower Jakarta, Jumat.

Wapres berharap kerja sama antara MES dan BUMN ini dapat semakin diperluas cakupannya. Dari 28.914 pesantren yang setidaknya terdapat 12.000 pesantren yang berpotensi untuk pengembangan ekonomi.

Sedikitnya 12.000 pesantren yang berpotensi tersebut masih memerlukan pendampingan, bimbingan, serta pembekalan, untuk dapat menciptakan santri dengan kemampuan berwirausaha atau dikenal dengan istilah santripreneur.

“Sehingga akan terbentuk lebih banyak santripreneur yang tidak hanya mahir ilmu agama, tetapi juga berjiwa wirausaha,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres menjelaskan pemberdayaan ekonomi di pesantren tidak hanya bermanfaat bagi para santri, melainkan juga masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren tersebut.

Oleh karena itu keterlibatan dan pendidikan keuangan syariah yang melibatkan banyak pihak perlu dikenalkan dan dikembangkan bagi para santri di pondok pesantren.

Pengembangan ekonomi syariah di pondok pesantren, kata Wapres, harus menggunakan teknologi terkini, sehingga dapat selaras dengan kondisi perekonomian di berbagai daerah.

“Perlu ada terobosan pengembangan ekosistem syariah berbasis digital yang terintegrasi dan diselaraskan dengan kearifan lokal, mengingat kondisi ekonomi dan sosial masyarakat yang berbeda-beda di setiap daerah,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres juga berpesan agar MES menjadi penggerak ekosistem ekonomi syariah di berbagai daerah serta mampu bersinergi dengan para pelaku usaha besar dan pelaku usaha mikro dan kecil.

Salah satu pelaku besar yang terus konsisten menjalankan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia adalah Gaido Group dengan integrated syariah business corporate sekaligus sebagai inisiator Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia 2045.

Dalam menudukung program santriprenur misalnya, Gaido Group ikut melibatkan diri dengan menghadirkan SantriMart, guna mendorong agar setiap pesantren memiliki paling tidak satu produk unggulan yang dikelola mandiri dan memberi manfaat bukan hanya untuk keperluan internal pesantren dan di luar pesantren.

Dalam konteks yang lebih besar, kehadiran Santri Mart ini adalah harapan upaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah melalui Ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang terdiri dari berbagai unit ekonomi mulai dari ekonomi pesantren, UMKM, Korporasi dan lainnya.

MES juga harus mendorong kemitraan antarpengusaha syariah, sehingga tujuan pemerataan kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip syariah dapat terwujud.

Selain Wapres, Turut hadir dalam acara Halal Bihalal PP MES tersebut ialah Ketua Dewan Penggerak MES Mahfud MD, Ketua Dewan Penyantun MES Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pakar MES Perry Warjiyo, dan Ketua Umum MES Erick Thohir.