Wapres: Jangan Sampai yang Benar Disamarkan, Bahaya Covid-19 Nyata

0
58

HAJIUMRAHNEWS.COM — Pandemi Covid-19 yang terus meluas di Indonesia sudah menelan ribuan korban jiwa dari berbagai profesi. Kondisi ini membuat pemerintah menerapkan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin pun mengajak ulama dan tokoh Islam untuk mendukung PPKM Darurat demi menekan laju angka Covid-19 di Indonesia. Para tokoh masyarakat perlu menyediakan perihal protokol kesehatan dan vaksinasi.

“Sudah ribuan jiwa meninggal akibat Covid-19 di Indonesia, termasuk 541 ulama. Pandemi ini nyata dan ada. Itulah sebabnya pemerintah menerapkan PPKM Darurat untuk melindungi dan menjaga masyarakat dari pendemi Covid-19.” kata Wapres Ma’ruf Amin melalui keterangannya, Selasa (13/7).

“Kita sudah kehilangan banyak ulama. Ini adalah kehilangan besar sebab mencetak ulama itu bukanlah perkara mudah. Mari kita bersama-sama pemerintah untuk berjihad dan berjuang dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” lanjut Ma’ruf.

Dalam arahannya, segenap ulama dan tokoh agama Islam diminta untuk terus meningkatkan peran dalam mendukung PPKM Darurat Covid-19 dengan memberi pencerahan kepada umat.

“Menangulangi Covid-19 tidak hanya merupakan tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan melainkan juga termasuk tangung jawab keagamaan. Sebagai seorang sahabat, saya mengajak ulama dan tokoh agama Islam untuk menepis isu-isu tidak benar yang banyak diterima masyarakat,” harap Wapres.

“Jangan sampai yang benar disamarkan sampai kita tidak bisa membedakan mana yang benar. Bahaya Covid-19 ini ada dan nyata. Di sinilah peran ulama dan kyai untuk membimbing umat agar tidak serta merta menerima informasi yang tidak benar,” tandas dia.

Sebagai informasi, belum lama ini media sosial dihebohkan dengan pernyataan seorang dokter bernama Lois Owien yang menyebutkan bahwa sesungguhnya Covid-19 tidaklah nyata. Lois, yang kini sudah berurusan dengan polisi juga mengklaim bahwa banyaknya pasien yang meninggal adalah akibat dari interaksi obat.

 

 

Sumber: msn.com