Tak Terbuka, First Travel Ditolak Masuk Empat Asosiasi

78
78484

umrah gagalHAJIUMRAHNEWS  –  Biro penyelenggara umrah First Travel ditolak masuk menjadi anggota oleh  empat asosiasi penyelenggara haji dan umrah karena tidak mau terbuka soal paket umrah murah yang mereka tawarkan.

“Sampai saat ini, dari empat asosiasi haji dan umrah yang ada, tidak ada yang mau terima First Travel,” ujar Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad kepada hajiumrahnews di Jakarta, kemarin.

Padahal, menurut Baluki, keberadaan asosiasi cukup penting bagi penyelenggara haji dan umrah  ketika mereka membutuhkan rekomendasi untuk perpanjangan izin atau urusan yang lain.

Empat asosiasi penyelenggara haji dan umrah yang ada di Indonesia saat ini adalah Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound  Indonesia (Asphurindo), dan Kesatuan Tour Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).

Hal yang sama dikatakan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound  Indonesia (Asphurindo) KH Hafidz Taftazani.

Menurut dia, pernah suatu saat pendiri First Travel mendatangi pengurus Asphurindo untuk menanyakan soal kemungkinan biro travel tersebut menjadi anggota asosiasi.

“Tapi ketika kita minta First Travel terbuka soal sistem yang dipakai mereka sehingga bisa menawarkan harga yang sangat tidak rasional, mereka tidak bisa menjelaskannya , akhirnya kita tolak,” tutur Hafidz.

Menurut Hafidz, pihaknya  tidak bisa menerima begitu saja permintaan masuk menjadi anggota kendati perusahaan tersebut sudah mengantongi izin sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dari Kementerian Agama.

“Untuk keanggotaan, di Asphurindo itu juga ada jenjangnya. Ada calon anggota dan anggota tetap,” ujar KH Hafidz yang juga wakil ketua Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) ini.

First Travel adalah biro travel yang selama ini banyak menjual paket umrah murah di bawah Rp 15 juta, namun dengan masa tunggu keberangkatan sekitar satu tahun.(nrd)

Baca juga Skema Ponzi di Bisnis Umrah Harus Dilarang