Masjid At-Taqwa Hidupkan Spirit Ibadah dan Ekonomi Jamaah

Hajiumrahnews.com– Kepengurusan Masjid At-Taqwa FSPP Provinsi Banten resmi terbentuk bertepatan dengan momentum Hari NKRI pada Jumat (3/4). Ustadz Ruba’i, S.Pd.I dipercaya sebagai ketua untuk periode 2026–2029.

Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya peran masjid dalam menjawab tantangan ekonomi umat, terutama pasca Lebaran.

Kondisi ekonomi global yang tidak menentu dinilai berdampak hingga ke tingkat rumah tangga. Tekanan inflasi, kenaikan harga energi, serta gangguan rantai pasok memperlemah daya beli masyarakat.

“Ketidakpastian ekonomi global bukan hanya berdampak finansial, tetapi juga memengaruhi psikologi dan solidaritas sosial masyarakat,” ujar Fadlullah dalam sambutannya.

Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Masjid dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat kekuatan spiritual sekaligus ekonomi. Peran ini semakin penting di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan.

“Masjid hadir sebagai pusat kekuatan spiritual dan ekonomi. Dari masjid lahir gerakan yang menyatukan ulama dan pengusaha,” jelasnya.

Momentum pasca Idulfitri menjadi perhatian utama. Pengeluaran besar selama Ramadhan dan Lebaran seringkali meninggalkan tekanan ekonomi bagi banyak keluarga.

Masjid At-Taqwa yang berada di jalur strategis Lingkar Selatan Kota Serang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat konsolidasi jamaah.

Fadlullah juga menyoroti fenomena menurunnya aktivitas masjid setelah Ramadhan, yang berdampak pada melemahnya kekuatan sosial dan ekonomi berbasis komunitas.

“Tanpa jamaah, masjid hanya menjadi bangunan. Kehadiran jamaah adalah fondasi utama bagi kehidupan spiritual dan ekonomi,” tegasnya.

Ekonomi Masjid Dimulai dari Jamaah

Penguatan ekonomi masjid dimulai dari menghidupkan kembali ibadah berjamaah sebagai titik temu sosial umat.

Program Jumat Berkah diperkuat sebagai sarana distribusi kebutuhan jamaah, termasuk melalui lumbung pangan masjid untuk menjaga ketahanan pasca Lebaran.

“Dari beras lahir ketahanan kolektif. Solidaritas jamaah menjadi nyata melalui program ini,” ungkap Fadlullah.

Kajian Islam juga kembali dihidupkan sebagai sarana membangun kesadaran kolektif dan etos kerja berbasis nilai kejujuran serta kemandirian.

Langkah konkret lainnya adalah menggerakkan ekonomi jamaah melalui jejaring usaha komunitas, di mana pelaku usaha didorong untuk saling mendukung.

Memasuki bulan Zulkaidah, program padat karya dan pembentukan koperasi masjid mulai dijalankan sebagai upaya memperkuat ekonomi umat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi jamaah,” jelasnya.

Peran Strategis Menuju Iduladha

Momentum Iduladha juga dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi melalui pengelolaan kurban yang melibatkan peternak lokal.

Transformasi dari distribusi pangan hingga pengolahan daging kurban menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

Fadlullah menegaskan bahwa kekuatan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kekuatan spiritual.

“Ketika iman hidup, masjid hidup. Ketika masjid hidup, ekonomi bergerak,” tegasnya.

Harapan Besar dari Ketua Masjid

Ketua Masjid At-Taqwa, Ustadz Ruba’i, S.Pd.I, menyampaikan harapannya agar masjid ini menjadi percontohan dalam penguatan peran sosial dan ekonomi umat.

“Semoga Masjid At-Taqwa menjadi semangat baru untuk menjadikan masjid percontohan yang bukan hanya dalam rutinitas ibadah saja, tetapi memberikan kemanfaatan dampak sosial kepada masyarakat sekitar terkait penguatan ekonomi umat,” ujarnya.

Ia juga berharap masjid mampu menjadi magnet pemersatu antar pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang selama ini dinilai masih minim komunikasi.

“Ke depan harapannya juga bisa menjadi magnet pemersatu antara pengurus DKM yang satu dengan yang lainnya, karena selama ini masjid jarang membangun komunikasi bersama, sehingga terkesan masing-masing saja,” lanjutnya.

Menurutnya, kolaborasi antar masjid akan menjadi kekuatan besar dalam membangun peradaban Islam dari akar komunitas.

“Sehingga ketika antara pengurus masjid yang satu dan lainnya saling support untuk menguatkan, mudah-mudahan menjadi kekuatan bangkitnya peradaban Islam dari masjid,” tambahnya.

Masjid Jadi Pusat Peradaban

Komitmen Masjid At-Taqwa menjadi bukti bahwa penguatan ekonomi umat dapat dimulai dari komunitas terkecil, yakni jamaah.

Gerakan ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global.