Jamaah Haji Berangsur Tinggalkan Makkah Usai Tawaf Wada

0
147

HAJIUMRAHNEWS.COM — Sebagian besar jamaah haji tahun ini telah meninggalkan Makkah, Kamis (22/7) tengah hari. Mereka kembali ke rumah masing-masing setelah melakukan ritual perpisahan dan penghormatan terakhir di Masjidil Haram.

Pejabat keamanan, haji dan kesehatan telah mengonfirmasi semua rencana terkait pelaksanaan haji kali ini berhasil dilakukan. Hingga kemarin, tidak tercatat ada masalah kesehatan serius di antara jamaah.

Dilansir di  Arab News, Jumat (23/7), sebelum mengakhiri rangkaian haji di Kabah, para peziarah melemparkan kerikil ke tiga pilar di Mina. Prosesi ini diawasi petugas yang mewakili semua otoritas terkait haji.

Sepanjang ritual, para peziarah mematuhi langkah-langkah pencegahan yang telah ditetapkan.

Untuk memastikan keselamatan mereka, jamaah haji melakukan ritual hari kedua dalam kelompok yang terorganisasi.

Peziarah biasanya menghabiskan tiga hari di Mina untuk Hari Tasyriq. Namun, mereka boleh tinggal selama dua hari saja, dengan syarat jamaah meninggalkan Mina sebelum terbenamnya matahari di hari kedua.

Hal ini disebut dengan “ta’ajul”, atau haji yang dipercepat. Jika hal ini tidak dilakukan, mereka harus tetap berada di Mina untuk hari ketiga dan diharuskan mengulangi ritual jamarat.

Di luar upaya kesehatan dan keamanan Kerajaan yang mengesankan, beberapa peziarah kecewa dengan kualitas makanan yang disajikan oleh perusahaan swasta. Mereka disebut gagal memenuhi harapan pelanggan.

Kementerian Haji dan Umrah lantas mengatakan di akun Twitter resminya, dari hasil inspeksi ditemukan layanan makanan di beberapa kamp haji berada di bawah standar.

Kementerian lantas meyakinkan akan menjatuhkan hukuman berat pada perusahaan yang ditemukan menawarkan layanan kelas dua. Hukuman dilakukan setelah melakukan penyelidikan, berkoordinasi dengan Otoritas Makanan dan Obat-obatan Arab Saudi dan Kota Makkah.

“Kami juga akan mempertimbangkan untuk mengevaluasi kembali perusahaan-perusahaan swasta ini. Layanan yang memberikan lisensi dari kontraktor ini juga dapat ditarik,” kata kementerian tersebut.

Terakhir, mereka menambahkan layanan yang diberikan perusahaan swasta harus sesuai dengan kualitas otoritas pemerintah, dalam penawaran mereka kepada jamaah haji.

 

Sumber: arabnews