Inilah Besarnya Potensi Pasar Halal Dunia

0
1227

IMG_4965HAJIUMRAHNEWS –  Pasar produk dan jasa halal dunia terus bertumbuh seiring penambahan jumlah penduduk muslim dunia yang kini sudah di atas 1 miliar. Rata-rata pertumbuhan pasar halal dunia saat ini mencapai 10,8 persen per tahun.

Halal Industry Development Cooperation Sdn Bhd ( HDC), lembaga di bawah pemerintah Malaysia yang bertugas mengembangkan industri halal memperkirakan pada 2019, pangsa pasar produk halal global mencapai US$ 3,7 triliun.

“Dengan pangsa pasar yang cukup besar ini, mustahil itu bisa dipenuhi hanya oleh satu negara. Kita perlu kolaborasi di antara negara-negara muslim, khususnya Malaysia dan Indonesia yang memang sudah memiliki hubungan yang dekat, negara serumpun,” kata CEo HDC Datuk Seri Jamil Bidin saat berbicara dalam Halal Industry Forum di di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (1/8).

HDC yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan produk halal di Malaysia sejak 2006 siap bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan halal di Indonesia seperti Kadin Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pemerintah Indonesia.

“Pengembangan industri halal itu penting. Sebab, banyak negara-negara Islam mereka melihat masalah halal ini hanya dari segi agama saja, tidak dari sudut ekonomi. Padahal, ada sekitar 1,8 miliar penduduk muslim yang secara ekonomi menjadi pasar yang cukup besar,” kata Datuk Jamil.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Ilham Habibie menambahkan bahwa pasar produk halal yang cukup besar itu kini tidak hanya menjadi incaran pelaku industri di negara-negara muslim, tapi juga diincar pelaku dari negara-negara nonmuslim.

“Indonesia dengan penduduk lebih dari 240 juta orang, dimana sekitar 85 persen di antaranya adalah muslim tentu kita tidak ingin hanya menjadi pasar, tapi juga sebagai produsen halal,” kata Ilham.

Sebab itu, Kadin Indonesia menggandeng HDC Malaysia untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan produk halal.

Saat ini, menurut Ilham, total produk halal yang beredar di pasar dunia mencapai sekitar 11 persen dari total produk di dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 2/3 di antaranya merupakan produk makanan dan minuman, dan 1/3 sisanya adalah produk farmasi dan kecantikan. “Itu baru dari produknya, belum di sektor jasa halal. Sebab itu, kita khususnya di Asean ini tidak hanya kompetisi, tapi juga perlu kooperasi. Jadi istilahnya coopetisi,” kata Ilham.  (nrd)