Equil, Air Mineral Eksklusif Asal Sukabumi yang Naik Level ke Berbagai Negara

0
120

HAJIUMRAHNEWS.COM — Begitu mendengar istilah air mineral, hal yang pertama kali muncul di benak hampir sebagian besar orang pasti adalah minuman yang mengandung mineral dan senyawa alami lain yang murni berasal dari alam, dan diyakini bermanfaat bagi kesehatan tubuh di samping dapat menghilangkan rasa dahaga.

Anggapan tersebut tentu tidak salah. Namun, pernahkah terfikir bahwa air minum kemasan yang saat ini bisa didapatkan dengan mudah nyaris tanpa biaya yang berarti, kenyataannya memiliki versi berbeda dengan nilai atau harga tinggi yang bagi segelintir orang mungkin belum pernah terbayang sebelumnya.

Air minum kemasan yang dimaksud itulah yang mungkin dapat dikatakan sebagai air mineral ‘naik level’, karena harga jualnya bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat dibanding harga air minum biasa.

Tidak mengada-ada, Equil nyatanya menjadi merek air mineral yang menggambarkan keberadaan air minum yang dimaksud dengan harga jauh lebih tinggi dibanding air minum biasa, terutama pada saat pertama kali kemunculannya yang membuat merek tersebut memiliki kesan eksklusif dan hanya umum dikonsumsi oleh kalangan tertentu.

Alasan yang membuat Equil menjadi air mineral eksklusif

Jika berbagai merek air minum biasa yang umum ditemui di pedagang kaki lima dan sejenisnya bisa didapat dengan kisaran harga Rp3.000 sampai Rp4.000 untuk ukuran kemasan 600ml, lain halnya dengan Equil yang dibanderol dengan kisaran harga Rp20 ribu untuk ukuran kemasan 380 ml.

Equil nyatanya lebih banyak dan sering ditemukan sebagai minuman yang menghiasi meja makan restoran fine dining, hotel bintang lima, bahkan dapat dikatakan khusus digunakan sebagai minuman untuk pertemuan-pertemuan penting dalam acara kenegaraan yang menghiasi meja jamuan Istana Negara.

Dilihat dari kemasannya, tampilan Equil memang nampak elegan dengan botol berwarna hijau dan lekuk yang semakin mengecil di bagian atas. Namun terlepas dari tampilannya yang memang terkesan eksklusif, apa yang sebenarnya membuat air mineral satu ini lebih mahal dibanding air minum biasa?

Faktanya, berbagai air mineral yang selama ini kita konsumsi ternyata memiliki tingkatan kemurnian yang berbeda. Air mineral terbaik adalah yang mengandung lebih banyak magnesium, kalsium, natrium, dan selenium yang baik untuk tubuh serta hanya bisa didapatkan dari sumber air yang terletak di daerah yang kaya akan mineral.

Untuk memperoleh air mineral dengan kualitas kemurnian tersebut, dalam pengolahannya ternyata tidak boleh dilakukan treatment apa pun, dengan dibotolkan langsung di lokasi sumber mata air. Karena kandungan mineral dan manfaatnya yang tinggi bagi tubuh, maka tak jarang jika Equil sebagai merek air mineral yang memenuhi kriteria tersebut kerap kali digunakan sebagai bagian dari terapi kesehatan.

Awal kehadiran Equil di Indonesia

Equil merupakan hasil produksi dari PT Equilindo Asri yang didirikan oleh Morgen Sutanto. Siapa sangka, kalau ternyata ada cerita panjang dan menarik di balik ide yang dimiliki Morgen dalam menghadirkan air mineral eksklusif ini.

Morgen diketahui memulai usahanya pada tahun 1997, ia melihat potensi pasar air mineral murni masih terbuka lebar. Para produsen lokal saat itu hanya bermain dalam produk air minum dalam kemasan biasa, sementara keberadaan air mineral premium di tanah air masih dikuasai produk impor.

Menurut Morgen, akan sangat ironis kalau Indonesia yang kaya akan mata air pun masih harus mengimpor air mineral murni nan premium. Hal tersebut yang mendorong Morgen menghadirkan Equil pada tahun 1998 dan pada akhirnya terkenal hingga saat ini.

Diakui, bahwa terdapat sejumlah standar ketat yang harus dipenuhi untuk bisa memperoleh izin merek air mineral alami (natural mineral water). Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, air harus berasal dari sumber mata air, tidak dilakukan treatment apa pun, serta dibotolkan langsung di lokasi sumber mata air.

“Pada air mineral murni, tidak boleh dilakukan treatment apa pun. Karena bisa merubah sifat fisika, kimia, mikrobiologi dan radiologi air,” jelas Morgen melansir Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (DPESDM) Kabupaten Sukabumi.

Standar tersebut nyatanya mengacu pada Codex Alimentarius, sebuah badan yang dibentuk Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) untuk standarisasi air layak minum.

Morgen juga menceritakan bagaimana perjuangannya meyakinkan BPOM untuk bisa memperoleh izin produksi air mineral alami. Untuk menjamin kelayakan konsumsi, air diperiksa setiap satu jam sekali, mulai dari sumber sampai masuk dalam botol kemasan.

“Setelah dikemas, air dikarantina, dikultur selama 5 hari untuk mendeteksi bakteri,” tambah Morgen.

Proses di atas yang nyatanya membedakan Equil dengan dengan air minum kemasan biasa yang umumnya melalui proses penyaringan atau pemurnian dengan distilasi atau oksidasi. Dalam proses produksinya, air mineral Equil dilakukan di lokasi industri Villa D’Equilibrium, pabrik pengemasan yang terletak di kaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat.

Seakan memperkuat keberadaannya yang eksklusif, produksi Ekuil nyatanya sangat terbatas, proses pengambilan air dibatasi berdasarkan pada sumber daya air yang keluar dari mata air saja, kondisi ini pula yang menyebabkan jumlah tenaga kerja yang dimiliki hanya sekitar 45 orang.

Morgen juga menuturkan bahwa pihaknya hanya memproduksi air mineral sebanyak yang disediakan oleh alam, kondisi produksi tersebut pula yang mendasari penamaan bangunan produksinya dengan nama Villa D’Equilibrium yang berarti keseimbangan, villa yang menjadi lokasi produksi tersebut memiliki luas bangunan 1,1 hektare yang berdiri di atas tanah dengan luas keseluruhan 10 hektare.

Mendunia ke jajaran air mineral termahal

Namun sebagaimana usaha yang tidak pernah mengkhianati hasil, produk air mineral besutan Morgen ini nyatanya masuk ke dalam jajaran 13 air mineral termahal di dunia pada saat awal kemunculannya, sejajar dengan air mineral produksi negara lain di antaranya Bling H2O (AS), SOMA (Korea Selatan), dan Veen (Bhutan) yang memiliki harga ratusan ribu per botolnya.

Ironisnya pada saat pertama kali diluncurkan ke pasaran, Equil dimonopoli oleh pasar Eropa. Hal tersebut disebabkan karena Equil mengusung konsep ekslusif, sehingga saat segelintir orang Indonesia yang terdiri dari kalangan atas pertama kali mengonsumsi air mineral ini nyatanya sama sekali tidak menyadari bahwa Equil merupakan produksi asli tanah air.

Terlepas dari hal tersebut, saat ini Equil sudah disadari keberadaannya oleh banyak masyarakat Indonesia sebagai produk asli dalam negeri yang dibanggakan, bersamaan dengan semakin terkenalnya Equil yang diekspor ke berbagai negara di antaranya Singapura, Italia, Australia, Arab Saudi, dan Hongkong, yang juga banyak dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas di masing-masing negara.

 

 

Sumber: goodnewsfromindonesia.id