DIVERSIFIKASI USAHA, GAPHURA IMPOR 170 TON KURMA SAUDI

0
43

HAJIUMRAHNEWS.COM — Efek berkepanjangan pandemi Covid-19 menyebabkan terhentinya kegiatan umroh lebih dari setahun. Bulan Ramadhan yang biasanya menjadi puncak keberangkatan umroh, namun dua kali Ramadhan terakhir ini tidak bisa memberangkatkan jamaah umroh.

Sementara kewajiban pengusaha kepada karyawan yang masih dipertahankan  menjelang lebaran wajib ditunaikan. Ketua Gabungan Pengusaha Haji, Umrah dan Wisata Halal Nusantara (Gaphura) Ali M Amin mengatakan, untuk mengatasi masalah berat yang dihadapi asosiasi umroh, Gaphura mengimpor kurma bagi anggotanya.

Sebanyak tujuh kontainer kurma sukari dan satu kontainer kurma ajwa dengan total bobot 170 ton didatangkan dari Arab Saudi. “Ini sebagai upaya menghidupkan kevakuman kegiatan usaha penyelenggara umroh anggota Gaphura,” kata Ali melalui pesan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (10/4).

Ali menerangkan, kegiatan impor kurma ini menyasar tiga tujuan. Pertama, agar travel umroh bisa berkegiatan usaha.

Kedua, agar travel umroh bisa terus berhubungan dengan alumninya. Ketiga, sebagai awal diversifikasi usaha mengatasi efek pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, Gaphura mendatangkan kurma dari Arab Saudi seiring datangnya bulan Ramadhan, saat yang tepat karena meningkatnya konsumsi kurma oleh umat Islam Indonesia. Di sisi lain, terjadi kelebihan suplai kurma di Arab Saudi.

“Momen (Ramadhan) inilah yang dirasakan sebagai waktu yang sangat tepat bagi Gaphura mendatangkan kurma,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha Gaphura Yen Fatma menegaskan Gaphura juga tengah menginventarisir komoditi dan produksi khas Indonesia yang aksesnya dimiliki travel anggota Gaphura. Ini akan dipasarkan ke Arab Saudi melalui koneksi bisnis Gaphura.

Ia mengatakan, travel umroh Indonesia memiliki kemampuan menjadi pemasar produk Indonesia yang akan mendatangkan devisa, bukan semata out-bond yang mengeluarkan devisa.

 

Sumber: Ihram.co.id