Deretan Bank Digital Indonesia dengan Aset Terbesar, Wujud Perbankan Masa Kini

0
88

HAJIUMRAHNEWS.COM — Semua serba digital. Cepat atau lambat dan sedikit atau banyak, saat ini hampir semua hal yang menjadi bagian hidup dari masyarakat sudah semakin dipermudah berkat adanya kemajuan teknologi digital.

Tak heran, jika Indonesia sejak beberapa tahun ke belakang cukup gencar melakukan berbagai program dan akselerasi transformasi digital yang bahkan digaungkan sebagai program nasional ke hampir seluruh industri, tanpa terkecuali.

Menariknya, transformasi digital saat ini juga turut menghampiri industri perbankan yang pada saat bersamaan tidak hanya secara mandiri diupayakan oleh pemerintah, namun juga didukung sepenuhnya oleh para pemangku kepentingan atau pelaku usaha di industri perbankan itu sendiri.

Sisi baik lainnya, fenomena kemunculan bank digital yang saat ini hadir nyatanya memberikan warna baru untuk industri perbankan di tanah air. Sebelumnya, industri perbankan yang masih berdasarkan bank konvensional tak dimungkiri masih didominasi oleh 4 bank besar besutan pemerintah (BUMN), yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, dan yang terbaru adalah Bank Syariah Indonesia (BSI).

Adapun bank dari pihak swasta yang saat ini ikut mendominasi, yaitu DBS dan Bank Central Asia (BCA). Pandangan tersebut nyatanya sejalan dengan peringkat 5 besar bank terbaik di Indonesia versi Forbes yang penilaiannya dilakukan secara bersamaan dengan lembaga riset Statista.

Dari peringkat yang dipublikasi, diketahui bahwa DBS meraih posisi pertama untuk bank terbaik, diikuti bank BCA di peringkat kedua. Setelahnya, dominasi bank milik negara yaitu BSI, Mandiri, dan BRI secara berurutan menduduki peringkat 3 hingga 5.

Menariknya dari sisa peringkat yang ada, salah satu bank digital yang dapat dikatakan paling dikenal saat ini yaitu Jenius berada pada peringkat 11, dan berhasil mengalahkan salah satu bank milik negara yaitu BTN–peringkat 18.

Berangkat dari hal tersebut, tidak heran jika bank digital sejatinya memang mulai dilihat sebagai hal baru yang banyak diminati masyarakat, serta memiliki potensi yang menjanjikan sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada.

Walau saat ini bank konvensional yang mendominasi juga turut menyesuaikan dengan kondisi dan melakukan transformasi digital, namun jika diteliti berdasarkan aset yang dimiliki per akhir tahun 2020 lalu, nyatanya pemimpin di industri bank digital justru digawangi oleh jajaran bank non pemerintah.

Untuk mengetahui lebih detail, berikut jajaran 4 besar pelaku usaha di industri perbankan yang menyatakan diri sebagai bank digital dengan aset terbesar dan sudah terdaftar di OJK, dengan melansir data yang dipublikasi oleh Lokadata.

1. Jenius (BTPN)

Jenius dapat dikatakan sebagai pemimpin di industri bank digital yang hadir pertama kali pada tahun 2016 sebagai anak usaha dari BTPN. Awalnya, Jenius hadir dalam bentuk platform aplikasi yang memungkinkan pengguna atau nasabah melakukan aktivitas finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan yang semuanya dilakukan melalui ponsel, baik yang berbasis Android maupun iOS.

Kehadiran layanan Jenius di tanah air, nyatanya membuat BTPN menggelontorkan dana investasi sampai dengan kisaran Rp500 miliar. Dalam operasinya, Jenius terkoneksi dengan ekosistem perbankan nasional dan sistem pembayaran internasional melalui kartu debit Visa dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Per tahun 2020 lalu, Jenius dilaporkan memiliki aset mencapai Rp183,17 triliun.

2. TMRW (UOB)

Salah satu bank digital yang memiliki kinerja cepat dalam waktu singkat, TMRW merupakan produk bank digital besutan UOB yang baru hadir di tanah air pada kuartal 3 (Q3) tahun 2020, tepatnya di bulan Agustus.

Mengingat keberadaannya sebagai bank digital, semua proses dalam pembuatan rekening hingga verifikasi pun dilakukan secara online melalui layanan aplikasi yang juga bisa dinikmati di perangkat iOS dan Android.

Ikut meramaikan dan menjadi pemain di industri bank digital, TMRW berhasil berada di peringkat ke-2 dengan aset terbesar, tepatnya senilai Rp116,55 triliun di tahun yang sama sejak awal kemunculannya.

3. Digibank (DBS)

Bank digital selanjutnya datang dari bank konvensional yang sebelumnya disebutkan sebagai bank dengan gelar terbaik di tanah air menurut rangking yang dipublikasi oleh Forbes dan Statista, yaitu Digibank–besutan DBS.

Digibank hadir pertama kali pada tahun 2017, setahun pasca kehadiran Jenius. Berbeda dengan Jenius dan TMRW yang berfokus pada tujuan utama menabung dan transaksi keuangan yang diaplikasikan melalui sistem digital, Digibank memiliki keunggulan berupa layanan lain yang dimiliki bank konvensional namun ikut disertakan dalam bank digital ini, yaitu layanan investasi, pinjaman, dan transfer valuta asing (valas).

Digibank berada di peringkat ke-3 sebagai bank digital dengan aset terbesar per tahun 2020, dengan nilai mencapai Rp87,63 triliun.

4. Wokee (Bukopin)

Masih di tahun 2017 tepatnya di bulan Desember, kehadiran bank digital juga ikut diramaikan oleh Bukopin yang menghadirkan Wokee. Layanan ini sekaligus menjadi tabungan dan dompet berbasis elektronik yang selama ini banyak digunakan oleh hampir sebagian besar masyarakat.

Wokee nyatanya berhasil masuk ke jajaran 4 besar bank digital dengan aset rata-rata yang berada di atas Rp50 Triliun. Lebih tepatnya, Wokee dilaporkan memiliki aset mencapai Rp79,94 triliun.

Keberadaan bank digital lain di Indonesia.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh OJK, saat ini terdapat sebanyak 14 bank digital yang hadir di tanah air. Dari 14 bank digital yang dimaksud, 7 di antaranya sudah secara penuh beroperasi dan mendeklarasikan diri sebagai bank digital sedangkan sisanya masih dalam proses untuk go-digital.

Adapun 7 bank yang sudah menobatkan diri sebagai bank digital selain deretan peringkat 4 besar yang disebutkan di atas, 3 lainnya ialah Bank Jago, MotionBanking besutan MNC group, dan Bank Aladin.

Sedangkan sisa 7 bank yang saat ini disebut masih dalam proses go-digital ialah Bank Digital BCA, BRI Agro, KEB Hana Bank (LINE Bank), Bank Capital, BANK QNB Indonesia, Bank Harda Internasional, dan Bank Neo Commerce.

Deretan bank tersebut merupakan jajaran bank digital yang masih memiliki nilai aset di bawah Rp50 triliun per tahun 2020 lalu. Namun, keberadaannya tak dimungkiri memberi pengaruh besar dalam transaksi bank digital di tanah air sebagaimana data yang dipublikasi oleh OJK.

OJK juga menyebut bahwa transaksi digital banking di tahun 2020 mencapai nilai Rp2.775 triliun, tumbuh dengan persentase sebesar dua digit tepatnya 12,9 persen dari raihan tahun 2019, yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp2.436 triliun.

 

 

Sumber: goodnewsfromindonesia.id