Cegah Panas Ekstrem, 60.000 Payung Dibagikan di Masjidil Haram

0
85

HAJIUMRAHNEWS.COM — Sejumlah 60.000 payung dibagikan kepada jemaah haji di Masjidil Haram, Arab Saudi, pada Selasa (20/7/2021) untuk perlindungan dari sinar matahari dan panas selama Tawaf Al-Ifadah.

Seperti dilaporkan Arabnews, Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Sosial Kepresidenan Jenderal Janadi bin Ali Madkhali mengatakan, kepresidenan ingin menjaga keselamatan pengunjung dan jemaah haji bersama dengan staf keamanan dan petugas kesehatan di Masjidil Haram.

Kepresidenan dan otoritas terkait lainnya mengatur masuknya jemaah ke Masjidil Haram melalui pintu khusus untuk setiap kelompok peziarah. Pengaturan disesuaikan dengan langkah-langkah pencegahan tertinggi dan penerapan jarak fisik, saat melakukan Tawaf di sekitar Ka’bah, yang berkontribusi pada kelancaran dan fasilitasi pergerakan jemaah.

Kepresidenan juga telah mengintensifkan pekerjaan pada robot kecerdasan buatan (AI) untuk sterilisasi, pengendalian epidemi dan distribusi air Zamzam di Masjidil Haram.

Bulan lalu, Kepresidenan Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meluncurkan layanan robot pintar ketika 10 robot bergabung dengan tim desinfeksi Masjidil Haram.

Untuk membantu menggagalkan penyebaran Covid-19, robot-robot tersebut membantu dalam rutinitas disinfeksi Masjidil Haram. Robot dilengkapi dengan program khusus untuk menganalisis persyaratan desinfeksi area yang ditugaskan. Mereka dapat beroperasi antara lima dan delapan jam tanpa campur tangan manusia.

Pada musim haji 2019, Kementerian Kesehatan memperkenalkan robot haji pertama yang memberikan konsultasi dan pemeriksaan medis jarak jauh dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kepada Arab News, Asisten profesor AI di Universitas Umm Al-Qura, Tahani Al-Subait, mengatakan bahwa seorang dokter di Riyadh, misalnya, dapatmemberikan bantuan medis melalui robot kepada seorang pasien di tempat-tempat suci.

“Dokter dapat memantau robot dari jarak jauh dan memerintahkannya untuk mengukur suhu pasien dan memeriksa denyut nadi mereka dengan stetoskop,” katanya.

 

Sumber: Beritasatu.com