Bahlil Bawa Pulang Investasi Rp5,23 T dari Cargill AS

0
132

HAJIUMRAHNEWS.COM — Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membawa pulang investasi senilai US$350 juta setara Rp5,23 triliun (kurs Rp14.950 per dolar AS) dari Cargill dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS).

“Kami mengapresiasi kehadiran Cargill yang sudah cukup lama di Indonesia dan telah berkontribusi memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Kementerian Investasi siap membantu merealisasikan rencana Cargill selanjutnya,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (15/7).

Bahlil melakukan pertemuan dengan Ambassador David Nelson selaku perwakilan Cargill pada Senin (12/7) di Washington DC, AS.

Dalam kesempatan itu ia menyebut Indonesia memasuki babak baru setelah mengesahkan UU Cipta Kerja yang adalah gabungan dari 79 UU dan pemerintah mengimplementasikan secara bertahap agar iklim investasi semakin kondusif.

“BKPM juga sudah menjadi Kementerian dan mendapat kewenangan penuh untuk menerbitkan perizinan berusaha secara terpusat, dalam rangka memberikan kepastian, kemudahan, efisiensi, dan transparansi,” jelas Bahlil.

Nelson mengatakan Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia masih menjadi tujuan investasi yang sangat menarik.

Nelson juga menyampaikan bahwa Cargill, yang telah berada di Indonesia sejak tahun 1974, memiliki rencana perluasan dan investasi baru dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang senilai US$350 juta.

Rencana investasi ini terdiri atas perluasan usaha US$50 juta, pabrik pengolahan jagung di Jawa Timur senilai US$100 juta yang akan beroperasi secara komersial pada awal 2022, dan fasilitas kilang minyak kelapa sawit di Lampung US$200 juta yang telah dimulai dan ditargetkan selesai dibangun pada akhir 2022.

“Cargill selama ini bekerja sama erat dengan pengusaha lokal dan menengah kecil di lokasi investasi, dan akan terus berkomitmen untuk itu,” terang Nelson.

Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan terobosan regulasi untuk investasi.

“Inovasi dalam simplifikasi peraturan, transparansi, dan percepatan perizinan merupakan hal-hal penting dalam perizinan berusaha dan menjadi isu kunci untuk menggerakkan investasi, khususnya dalam Ease of Doing Business (EoDB),” imbuh Nelson.

Cargill merupakan perusahaan global yang berbasis di Minnesota dengan 155 ribu karyawan tersebar di seluruh dunia dan memiliki misi menyediakan nutrisi untuk dunia.

Hadir di Indonesia sejak 1974, Cargill merintis dengan mendirikan sebuah pabrik pakan ternak di Bogor, Jawa Barat.

Hingga kini, perusahaan merambah di industri minyak kelapa sawit, protein, pemanis, pemrosesan kakao dan kopra.

 

Sumber: cnnindonesia.com