Arab Saudi Setop Keberangkatan Umrah, Begini Respon Presiden ISABC

0
714

HAJIUMRAHNEW.COM–Dilansir dari kantor berita Arab Saudi, SPA, Kamis (27/2) dan atas rekomendasi Kementerian Kesehatan, maka Kementerian Luar Negeri Arab Saudi membuat kebijakan untuk menyetop kedatangan semua jemaah umrah dari luar negaranya sampai waktu yang belum ditentukan. Penghentian ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang kini telah menginfeksi lebih dari 80 ribuan orang di seluruh dunia.

Muhammad Hasan Gaido (MHG) selaku Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) mengatakan bahwa dirinya berkomunikasi langsung dengan Konsul Haji di Jeddah tentang larangan sementara pelaksanaan ibadah umrah.

“Bagi Jemaah Umrah dari seluruh negara yang belum melakukan penerbangan, sementara dilarang masuk ke Saudi, kemudian bagi jemaah yang sudah mendarat akan dilakukan evaluasi dan pemeriksaan kesehatan sesuai SOP. Adapun bagi mereka yang masuk ke Saudi dengan visa selain umrah masih diperbolehkan dan ini  dikhususkan bagi negara-negara yang belum terpapar virus corona di negara asalnya dan tetap akan dicek dua minggu sebelumnya apakah pernah pergi ke negara-negara yang terpapar virus corona. Pihak Kedutaan RI di Riyadh, KJRI di Jeddah, sedang berusaha agar pelaksanaan ibadah umrah para jamaah Indonesia untuk dikecualikan dan dapat kembali berjalan” jelas MHG saat dihubungin hajiumrahnews.com, Kamis (27/02).

Selain menghentikan kedatangan jemaah umrah dari semua negara, Arab Saudi juga menangguhkan kedatangan orang-orang dengan visa turis dari negara-negara dengan risiko penyebaran virus corona.

Menurut Kemendagri Arab Saudi, negara-negara tersebut adalah China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam atau negara lain yang akan menunjukkan lebih banyak peningkatan kasus corona.

“Ini adalah bencana dunia, tidak ada yang mengharapkan akan segawat ini, sehingga tidak bijak rasanya jika kita saling salah menyalahkan. Itikad baik Pemerintah Saudi ini selain untuk melindungi kepentingan keselamatan warga negara namun juga sebaliknya, yakni mencegah penyebaran virus mematikan ini terhadap seluruh peziarah yang akan beribadah di tanah suci. Menjaga keselaman jiwa adalah wajib hukumnya.” Jelas MHG.

Mengantisipasi kerugian yang mesti ditanggung para biro travel  umrah yang ditaksir bisa mencapai Rp 1 Triliun, MHG menghimbau agar pihak terkait mengambil keputusan yang rasional dan adil .

“Bicara aspek kerugian ekonomi dari kebijakan Pemerintah Saudi ini, Kami berharap tidak ada pihak yang mencoba ambil kesempatan dalam kesempitan, apalagi dengan mengorbankan uang jamaah. Maskapai penerbangan dan penyedia hotel khususnya kami harap bisa memberikan solusi yang seadil-adilnya, dengan pertimbangan bahwa ini adalah kejadian force majeur, sehingga sekema terbaik bisa dengan mengizinkan reschedule pemesanan ataupun refund, sampai jamaah kita diizinkan untuk berangkat kembali beribadah ke tanah Suci.” tambah mantan Ketua Bidang Umrah dan Wisata Muslim HIMPUH ini.

Menurut MHG  untuk informasi yang lebih rinci terkait penghentian sementara keberangkatan umrah dan penerbitan visa umrah dari Kemenag, maka perlu menggelar rapat koordinasi untuk membahas upaya yang bisa dilakukan selanjutnya.

“Dubes RI di Riyadh , Konjen RI di Jeddah, Konsul Haji di Jeddah perlu merapat dan berkordinasi dengan Pemerintah Saudi, agar langkah terbaik dapat diambil. Dan semoga penangguhan sementara keberangkatan jamaah umrah dari Indonesia bisa diakhiri, dan berangkat kembali dengan  catatan siap mengikuti segala prosedur medis yang diberlakukan dan untuk penerbitan visa umrah agar bisa normal kembali”. Tutup MHG.