Wisata Zakat Baznas Berdayakan Mustahik Danau Saguling

0
440
Peserta Wisata Zakat Saguling 2018 foto bersama. (foto:baznas)
Peserta Wisata Zakat Saguling 2018 foto bersama. (foto:baznas)
Peserta Wisata Zakat Saguling 2018 foto bersama. (foto:baznas)

HAJIUMRAHNEWS – Sukses menggelar Wisata Zakat Arung Ciliwung, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyelenggarakan program serupa di Sungai Citarum dan Danau Saguling. Demikian disampaikan  Kepala Divisi Layanan Muzaki Baznas, Tito Kurniawan, di Danau Saguling, Cililin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/4) sebagaimana dalam rilis yang kami terima.

“Program yang diikuti para muzaki (pembayar zakat) ini, bertujuan mengenalkan lebih dekat program-program Baznas serta mengajak mereka lebih mencintai lingkungan, khususnya Sungai Citarum dan Danau Saguling,” ujarnya.

Tito mencontohkan program Zakat Community Development (ZCD) yang semakin membumi karena manfaat dan eksistensinya yang kian dirasakan masyarakat. “Terima kasih pada para muzaki yang setia berzakat ke Baznas dan mendukung program wisata zakat. Ini bagian dari fundraising experiences yang kita kembangkan untuk lebih menguatkan para muzaki mengenal berbagai program Baznas,” kata Tito.

“Ini adalah wisata zakat yang ketiga, setelah yang pertama mengajak muzaki merasakan detak pemberdayaan pendidikan di Sekolah Cendekia Baznas (SCB), Bogor. Kedua, mengarungi Sungai Ciliwung sembari memperkenalkan lembaga program Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB). Semoga memberi kesan yang baik kepada muzaki. Kita akan berkeliling di berbagai program Baznas lainnya. Mohon dukungan semua pihak,” Tito menambahkan.

Tahun ini, kata Tito, Divisi Layanan Muzaki Baznas akan menyelenggarakan wisata zakat sebanyak 12 kali. “Semoga diberi kemudahan sehingga program-program Baznas semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh publik,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Layanan Muzaki Baznas, Taris, menambahkan, para peserta yang sudah berpartisipasi mencapai 54 orang yang terdiri atas dewasa, remaja dan anak-anak. Program-program unggulan Baznas yang dikenalkan kepada para muzaki, peserta Wisata Zakat “Visit Saguling 2018” meliputi ZCD.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk transparansi yang disajikan kepada muzaki agar mereka mengetahui secara langsung dan memahami manfaat setiap donasi yang diberikan kepada Baznas,” tutur dia.

Taris berharap, kegiatan ini bisa terus berjalan hingga tahun depan, dengan pengenalan program yang berbeda-beda. Lokasinya pun lebih luas di kawasan Jabodetabek bahkan hingga menyentuh ke luar Pulau Jawa. “Semoga kami dapat terus bersinergi dengan lintas divisi maupun program agar dapat terlaksana wisata zakat lainnya dengan lebih maksimal dan memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Baznas,” tutur dia.

Dalam program ini, selain diajak mengarungi Sungai Citarum, muzaki peserta wisata zakat juga diajak peduli lingkungan dengan aksi bersih-bersih Danau Saguling. Peserta juga dikenalkan pada program ZCD komunitas perajin eceng gondok. Tak hanya itu, panitia juga memperkenalkan peserta kepada para pelaku usaha, kecil dan menengah (UKM) binaan Baznas.

Secara rinci, terang Taris, acara dimulai dari registrasi peserta dengan titik kumpul di kantor Baznas Kebon Sirih No. 57, Jakarta Pusat. Kemudian, menuju titik kumpul di Danau Saguling, Bandung. Di sini, ada seremoni penyambutan dari panitia dan tokoh masyarakat, silaturahmi dengan UKM dan para perajin eceng gondok.

“Wisata zakat adalah bentuk lain dalam melayani muzaki. Kegiatan dilaksanakan untuk lebih mengenalkan muzaki kepada Baznas. Khususnya dalam hal pen-tasharuf-an atau penyaluran zakat. Wisata zakat menjadi sarana untuk mengajak muzaki melihat secara langsung aktivitas pemberdayaan,” ujar dia.

Adapun tujuan Wisata Zakat ini, imbuh Taris, adalah memberikan informasi dan wawasan kepada muzaki mengenai pemberdayaan zakat, mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan limbah domestik atau sampah.

Kemudian, melibatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam pelestarian alam, merasakan pengalaman praktik merangkai eceng gondok. Selain itu, juga turut serta melestarikan ekosistem Sungai Citarum dan Danau Saguling.

“Eceng gondok yang biasa tumbuh di Sungai Citarum tak selamanya menjadi masalah. Sebaliknya, menjadi berkah karena bisa dijadikan kerajinan tangan bernilai ekonomi,” kata Taris.

Menurutnya, berbagai kerajinan eceng gondok tersebut sering diikutkan dalam stan Baznas setiap ada even atau pameran. Ada berbagai produk kerajinan, mulai dari sandal, tas, celengan hingga lampu hias. “Semua ini bahan bakunya dari eceng gondok yang diambil dari Citarum. Para perajinnya adalah masyarakat sekitar,” ujar Taris.

Dia mengungkapkan, harga produk kerajinan eceng gondok tersebut bervariasi dari harga terendah sampai tertinggi. Berbagai produk itu, menurut dia, dibuat oleh para perajin. Mereka menerima bahan baku berupa eceng gondok dari kampung tetangga.

“Kita berharap ini bisa semakin meningkatkan trust muzaki kepada Baznas. Menggugah partisipasi masyarakat mengampanyekan pelestarian lingkungan, mengembalikan fungsi sungai dan danau sebagai sumber air bersih,” kata dia.

Program Wisata Zakat Visit Saguling 2018 ini, terselenggara atas kerja sama Baznas dengan komunitas setempat. (hai)