Sinergi & Opportunity Umrah-Haji di Era Digital dalam Rapat Regional I Gaido Travel & Tours

0
313

Hajiumrahnews.com-Gaido Travel & Tours adakan Rapat Cabang Regional 1 untuk membahas sinergi dan opportunity gerak bisnis umrah-haji di era digital; peluang dan ancamannya, Sabtu (13/05) bertempat di Banten Resto, Tangerang Selatan.

Para pimpinan cabang Gaido Travel memiliki optimis yang tinggi bahwa dengan bisnis di era digital menjadi peluang apalagi Gaido Travel yang merupakan perusahaan berpengalaman 16 tahun. Perizinan yang lengkap, provider visa sehingga visa umrah bisa di terbitkan di kantor pusat Gaido Travel sangat membantu berbagai kantor cabang di daerah. Saat ini Gaido Travel memiliki kantor 53 kantor cabang di seluruh Indonesia.

“Saat ini kami membentuk 5 Regional manajemen cabang yaitu Regional 1 membawahi Jawa barat, Banten dan DKI Jakarta. Regional 2 membawahi Jawa timur, Jawa tengah, Jogja, Bali, NTB dan NTT. Regional 3 membawahi pulau Sumatra dari Lampung sampai Aceh. Regional 4 membawahi Indonesia timurSulawesi Maluku dan Papua dan Regional 5 membawahi pulau Kalimantan. Kami sangat siap untuk mencapai Visi Gaido Travel to be #1” ujar Nana Sujana, Direktur Operasional Gaido Travel & Tours.

Gaido Travel merupakan biro perjalanan berizin Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kementerian Agama yang sudah berpengalaman 16 tahun dan juga sebagai providers visa umrah, serta dengan torehan berbagai prestasi nasional dan internasional dan juga bekerja sama dengan berbagai instansi seperti Pos Indonesia, Bank Mandiri dan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Indonesia – Arab Saudi; Inisiasi Umrah Digital Enterprise

Baru baru ini, pada 4 Juli 2019, Menteri Kominfo, Rudiantara menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Saudi Arabia, Abdullah Alswaha yang berisi tentang pengembangan ekonomi digital; mencakup tentang inisiasi pengembangan Umrah Digital Enterprise.

Melihat keseriusan Kominfo atas inisiasi tersebut, tentu membuat banyak PPIU yang berada di bawah Kemenag meradang, pasalnya dua unicorn Indonesia, Tokopedia dan Traveloka yang akan mengambil bagian dalam kolaborasi ini sebagai perwakilan industri Indonesia dinilai dapat mengganggu bisnis biro travel umrah yang selama ini sudah berjalan.

Lebih jauh menyengkut rencana ini, bahwa sudah terdapat kebijakan kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Agama, yang mungkin mesti dilewati untuk mewujudkan rencana tersebut yaitu Undang Undang No 8 Tahun 2019 dalam Bab VII tentang penyelenggaraan ibadah umrah, pasal 86 ayat 1 mengatur dengan jelas bahwa perjalanan ibadah umrah dilakukan oleh PPIU dan juga pada Pasal 115 melarang setiap orang bertindak mengumpulkan dan atau memberangkatkan jamaah, kecuali memiliki hak sebagai PPIU dan dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 6 Milyar, bagi yang melanggar.

Hasan Gaido selaku founder Gaido Travel saat di temui dalam kegiatan Rapat Cabang Regional 1 Gaido Travel mengatakan bahwa selaku pemilik dan pendiri perusahaan yang sudah berjalan dan patuh serta taat atas aturan pemerintah akan menghadap Dirjen PHU untuk meminta klarifikasi rencana Kominfo tersebut dan sudah sepatutnya pemerintah hadir melindungi PPIU yang sudah ada dan berkembang selama ini di Indonesia.

“Pemerintah harus hadir untuk melindungi hamir kurang lebih 1000 PPIU di bawah kementerian agama yang melakukan kegiatan usaha di bidang ini. Perlu diketahui bahwasanya haji dan umrah adalah usaha yang istimewa dan unik, karena menyangkut ibadah umat muslim di Indonesia, saya khawatir kalau Pak Menteri Rudiantara hanya melihat ini sebagai trend semata maka sangat salah besar, ratusan perusahaan PPIU akan terkena dampaknya dan mesti dikorbankan. Jika memang ingin digitalalisasi terjadi di bidang usaha ini tentu sudah selayaknya memberikan tidak hanya kemudahan, efisien dan kenyamanan janganlah justru membuat keresahan bagi sebagian umat muslim Indonesia” ujar Hasan Gaido.

“Saya selaku Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) juga akan berkirim surat ke pemerintah Saudia Arabia apabila negosiasi tidak berhasil di Indonesia” Hasan Gaido menambahkan. (mrtz)