“Profesor Halal” Indonesia Ini, Dipercaya Bangun Industri Halal di Saudi

0
610

HAJIUMRAHNEWS- Ilmuan asal Indonesia, Irwandi Jaswir (48) oleh pemerintah Arab Saudi dipercaya untuk membangun industri halal di negara tersebut. Irwandi menceritakan bahwa dirinya diberi tanggungjawab untuk merancang strategi menjadikan negara kaya minyak itu sebagai pemain industri halal terkemuka dunia.  

Beliau yang juga merupakan pemeang King Faisal Internasional Prize 2018, mengaku dirinya sudah didekati sejak menerima penghargaan tersebut dar Raja Salman. Perkembangan industri halal dunia yang sangat pesat dan diperkirakan bernilai 3 triliun Dola Amerika ini, membuat Saudi kini melirik industri tersebut.

Pemerintahan Saudi meminta saya untuk presentasi tentang industrI halal global dan peranan apa yang bisa dilakukan oleh Saudi sebagai kiblat Islam sedunia, namun yang intensif sejak beberapa bulan terakhir lewat telepon atau video conference,” Kata Irwandi.

Menurut profesor senior ini, Pemerintahan Saudi untuk memfasilitasi dirinya dengan mendirikan “Halal Centre” yang berlangsung berada dibawah lembaga Saudi Food and Drugs Authority (SFDA). Meski menjadi penasehat untuk pemerintah Saudi di bidang industri halal, Irwandi merasa beruntung karena tidak harus menetap disana.

“Sebenarnya ide pendiri Halal Centre di Saudi ini sudah sejak beberapa tahun lalu, kami ngobrol dengan para saintis dan petinggi SFDA, dan bahkan mereka sempat berkunjung ke laboratorium saya di Malaysia. Dan mereka setuju saya tidak harus tinggal disana (Arab), mungkin hanya beberapa bulan sekali, yang penting tugas dan tanggung jawab tetap berjalan,” ujarnya.

Ilmuan yang banyak mendapatkan penghargaan dan diundang dimana-mana ini, tahun lalu ketika dirinya menerima King Faisal International Priza menjadi berita utama di kebanyakan media dalam dan luar negeri, karena namanya disejajarkan dengan nama-nama tokoh penerima sebelumnya, seperti perdana menteri Tun Mahathir (Malaysia), atau Presiden Erdogan (Turki).

Irwandi yang dijuluki “Profesor Halal” merupakan orang Indonesia kedua yang menerima King Faisal Prize, setelah mantan Perdana Menteri Dr. Mohammad Natsir, 40 tahun lalu.

(RM)