MUBES ke V FSPP 2020; PESANTREN MANDIRI DAN BERDAYA PENGGERAK EKONOMI DAERAH

0
500

HAJIUMRAHNEWS.COM− Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Banten menggelar Musyawarah Besar (Mubes) V Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (9/1). Mubes kali ini mengangkat tema “Konsolidasi Sumberdaya Ekonomi untuk Kemandirian Pesantren” dibuka langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH), didampingi oleh Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy beserta jajarannya.

Dalam sambutannya WH menyampaikan dana Pondok Pesantren (Ponpes) yang diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten adalah untuk meningkatkan kemandirian Ponpes, dan juga untuk mengingat jasa-jasa Ponpes yang sangat luar biasa di Banten ini. Dana tersebut akan langsung dikucurkan dari Biro Kesejateraan Rakyat (Kesra) Banten.

“Program dana hibah 30 juta per ponpes di Banten terus kami pantau, jika ini terserap dan kebermanfaatnya nyata dan baik untuk pembangunan fisik maupun ekonomi ponpes, tidak menutup kemungkinan kami akan tingkatkan jumlahnya, bisa 50 juta, 70 juta, atau bahkan 100 juta per ponpes.” Katanya.

Adanya banyak ponpes sebagai lembaga pendidikan generasi masa depan Banten, menjadi tanggung jawab besar bersama, dengan menjamin santri-santri kita setelah lulus menjadi generasi yang cerdas, berilmu berkarakter Qur’ani, mandiri dan berdaya saing.

“Pesantren sudah selayaknya dikelola secara profesional, tidak hanya aspek penyelenggara pendidikannya saja namun juga aspek kemandirian ekonomi pesantren yang nantinya bisa menjadi basis penggerak ekonomi daerah. FSPP semoga bisa menjembatani Pemprov agar ini terlaksana. Saya berharap jiwa entrepreneurship bisa diterapkan tidak oleh santri saja, tetapi juga para kiyainya juga. Jika ini sudah dijalankan, saya optimis seluruh masyarakat Banten akan sejahtera” harapnya.

Ketua Presidium FSPP, Ikhwan Hadiyyin, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemprov terhadap keberaadaan pondok pesantren di Banten.

“Saya berterimakasih sebesar-besaranya kepada Bapak Gubernur atas dukungan yang luar bisa untuk kami, karena telah menfasilitasi kegiatan Mubes ini mulai dari tempat penyelenggaraan, akomodasi dan biaya, sehingga kegiatan ini berjalan sukses dan lancar. Alhamdulillah, FSPP sejak 10 tahun berdiri yang tadinya hanya segelintir saat ini forum silalturahmi lintas Ormas ini kini telah beranggotakan 4.150 pesantren se-Banten.” ungkap Ikhwan.

Mubes FSPP ke V ini di awali  kegiatan Pra-Mubes pada malam sebelumnya, Rabu (8/1) yang diselenggarakan di  Museum Negeri Banten, Kota Serang, berupa Dialog Bersama dengan menghadirkan pembicara yaitu Rektor UIN Maulana Hasanudin Banten, Prof. Dr. H. Fauzul Iman, MA, dan Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) sekaligus CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido (MHG)

Dialog bersama ini bertujuan memantik pembahasan Mubes dengan melibatkan pihak lain di luar Pondok Pesantren yaitu universitas sebagai penyelenggara pendidikan tinggi formal dan bisnis sebagai pendorong entrepreneurship di lingkungan pondok pesantren nantinya.

MHG dalan kesempatan tersebut menyampaikan  “Saya sebagai orang Banten ingin berkontribusi terhadap pembangunan di Banten dengan konsep ABG-C (Akademisi, Bisnis, Goverment dan Community). Gaido Group akan ikut melibatkan diri dalam pembangunan ekonomi Banten, yaitu dimulai dari pesantren. Kita bisa dorong agar setiap pesantren memiliki paling tidak satu produk unggulan  yang dikelola mandiri dan memberi manfaat bukan hanya untuk keperluan internal pesantren, tapi juga bisa bernilai bisnis yang menunjang ekonomi daerahnya. Ketika pengelolaan semakin profesional nantinya, akan sangat mungkin kami, yang saat ini selaku President ISABC (Indonesia Saudi Bisnis Council) akan membantu menjembatani dalam menarget pasar ekspor internasional di timur tengah.”

Menurut MHG aspek dasar yang paling umum dikeluhkan seperti permodalan dan SDM pengelola perlu diperhatikan. “Setelah kegiatan Pra-Mubes FSPP semalam, kami duduk bareng besama Bapak Gubernur dan  jajaran FSPP, bahwa kegiatan ekonomi di setiap Ponpes ini dikelola oleh sebuah koperasi, dan nanti dibentuk koperasi induk yang akan mengatur kegiatan ekonomi berbasis pesantren ini, Pemprov pun siap menyuntikkan modal, sehingga ini sebuah rencana realistis dan Insyallah akan terwujud segera”  tutup MHG. (azm)