Mina Aman

0
108

Hajiumrahnews.com – Ada peristiwa langka yang terjadi saat jemaah haji berkumpul di Arafah untuk melaksanakan Wukuf. Cuaca di Arafah yang biasanya sangat panas mendadak lebih sejuk karena hujan turun di Arafah.

Tepat pukul 3.00 sore waktu Arab Saudi jemaah yang sedang melaksanakan Wukuf di Arafah mengucap syukur karena sepanjang hari suhu di Arafah sangat tinggi. Sebagian jemaah mengatakan hujan di Arafah menjadi berkah karena pada awal musim haji ini suhu di Mekkah mencapai 44 derajat celcius.

Hujan deras yang mengguyur Arafah saat prosesi ibadah haji cukup mengagetkan. Namun, menurut Muhammad Hasan Gaido, selaku Amirul Hajj Gaido Travel mengungkapkan, peristiwa alam yang jarang terjadi itu tidak mengganggu prosesi ibadah haji.

“Jadi, berita atau video yang beredar tentang hujan deras di Arofah dan Mina tersebut, tidak berpengaruh pada prosesi ibadah haji” ujarnya kepada hajiumrahnews.com, melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/8/2019).

Walau hujan turun deras tapi tidak berdampak besar terhadap mekanisme prosesi ibadah haji. Prosesi ibadah haji tahun ini, memang sangat spesial, selama di Arofah dan Mina, Allah menurunkan rahmat-Nya melalui hujan yang mengguyur Arofah dan Mina.

Suasana para jamaah haji khusus Gaido Travel selama Wukuf di Arafah; mendengarkan khutbah yang selanjutnya diisi dengan doa, munajat, dan muhasabah.

“Kami sangat bersyukur, ibadah haji yang diprediksi pada puncak musim panas, ternyata sangat sejuk dan teduh. Di Arofah 9 Dzulhijjah/10 Agustus pada pagi hari sampai dengan pukul dua siang waktu setempat, cuaca begitu panas, namun tiba-tiba mendung dan hujan pun turun, sehingga terik panas berubah jadi sangat sejuk disertai angin sepoi-sepoi seakan seperti berada di Bandung,” ungkap Hasan Gaido.

Selama di Mina, tanggal 10 Dzulhijjah/11 Agustus pun demikian, awan menyelimuti kawasan Mina sehingga menjadikan suasana sangat teduh dan adem, sesekali rintikan hujan pun turun ketika jamaah berjalan kaki menuju Jamarot.

Jamaah haji khusus Gaido Travel bersiap menuju lokasi untuk pelaksanaa lempar jumroh aqobah

Tanggal 11 Dzulhijjah, siang hari sekitar pukul 2 siang, tiba-tiba hujanpun turun deras, sehingga prosesi lontar jumroh sempat dihentikan oleh otoritas haji Saudi Arabia selama kurang lebih 1.5 jam, namun keadaan tetap aman dan terkendali dengan baik.

“Pada Sore hari pukul 16.15, saya dengan jamaah VIP Gaido Travel baru berkesempatan melontar jumroh,” ungkap Hasan Gaido.

Gaido Travel tahun ini tercatat memberangkatkan sebanyak 75 jamaah haji yang terbagi dalam dua bus. Hingga sampai saat ini dipenghujung prosesi ibadah haji semua pelayaan berjalan baik mulai dari transportasi, akomodasi, dan hidangan makanan; menu ala Indonesia juga dihadirkan.

“Kepada keluarga jamaah haji di tanah air tenang saja. Tidak terjadi apa-apa. Jemaah menjalankan ibadah haji dengan baik. Layanan akomodasi, konsumsi, transportasi berjalan sesuai yang direncanakan” ujar Hasan Gaido

Jamaah Haji Khusus Gaido Travel berfoto di pelataran Masjidil Haram

“Semoga tahun depan jauh lebih baik lagi. Tidak lupa ucapan terimakasih kepada Raja Salman sebagai Raja Saudi Arabia sekaligus penjaga dua tanah suci Makkah dan Madinah,yang telah mendukung penyelenggraan haji tahun ini dengan sangat baik. Semoga jamaah haji tahun ini mendapat haji mabrur sehingga bekal haji mabrur dapat menjadi duta kebaikan di seluruh negeri khususnya di seluruh tanah air Indonesia,” tutup Hasan Gaido. (Hun)