ISABC Ajak Brand Franchise Lokal Tembus Pasar Timur Tengah

0
407

HAJIUMRAHNEWS – Muhammad Hasan Gaido, selaku President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) dan Indra dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Barat menjadi narasumber Open Public Seminar “The Power of Entrepreneurship” Session 2 Collabpreneur: Innovative Collaborative in the Era 4.0 Business, yang merupakan rangkaian acara National Roadshow Info Franchise dan Business Concept (IFBC) 2020 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Jumat (13/03) siang hari.

Dalam kesempatan ini Hasan Gaido menyampaikan paparan berjudul “Sukses Franchise Membawa Brand Lokal Go International”.

“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan memberikan sharing dan motivasi tentang seluk beluk dan strategi bisnis franchise, agar nanti brand lokal Indonesia mampu menembus pasar Internasional ke Timur Tengah khususnya ke Saudi Arabia lebih masif lagi bersama ISABC.” ujar Hasan Gaido.

Tercatat hingga saat ini ada tiga brand franchise lokal bidang F&B yang sudah masuk ke Saudi Arabia yaitu J.C.O, Wong Solo, dan Lewis & Carrol. Ini mengindikasi potensi bisnis pasar lokal di Saudi Arabia cukup besar dan mampu untuk direalisasikan ke level yang lebih besar lagi.

“Seperti yang kita ketahui hubungan bisnis kedua negara sebelumnya didominasi dalam bidang penyelenggaraan haji dan umrah, namun Indonesia kita juga ingin adanya peningkataan kerjasama di bidang lain seperti perdagangan dan jasa, khususnya yang bermodel franchise”. ungkap Hasan.

Upaya tersebut sejalan dengan respon konkrit Saudi Arabia yang baru-baru ini mengeluarkan Kebijakan Baru Pemerintah Saudi Arabia tentang Undang-Undangan Frenchise.

“Pada Oktober 2019 lalu, KSA mengeluarkan Kebijakan terbaru mereka terkait Frenchise yang dengan itu dapat menghasilkan peluang komersial baru, memberikan perlindungan hukum dan keselarasan dengan standar internasional. Membuka akses pasar lokal di Saudi Arabia untuk Franchise Internasional dan serta mengembangkan kerangka kerja peraturan untuk hubungan antara franchisor dan franchisee.” Jelas Hasan

Lebih jauh Saudi Arabia dengan Visi 2030 telah membuka diri dalam investasi dan ekspor barang dari Indonesia ke Saudi Arabia yang nantinya bisa beredar di semua negara Timur Tengah. Apalagi sekarang melalui Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) jemaah haji asal Indonesia wajib makan produk dari Indonesia, sehingga ini menjadi peluang yang bisa dimaksimalkan.

“Saya selaku President ISABC siap dijadikan jembatan peningkatan ekonomi kedua negara oleh pengusaha swasta maupun pemerintah. Ayo bersama ISABC kita maksimalkan semua peluang yang ada. Pengurus ISABC akan membantu seluruh anggotanya, registrasi keanggotaan kami dapat melalui website www.isabc.or.id ” Jelas Hasan yang juga merupakan Founder Gaido Group ini.

Narasumber kedua, Indera dari HIPMI menyampaikan tentang Kolaborasi bisnis di Era 4.0 bahwa perubahan dari zaman sangat dinamis dan menuntut banyak penyederhanaan di banuak bidang dengan kehadiran teknologi infomasi.

“Sebagaimana zaman yang berubah dinamis, cara berbisnis kita pun berubah sehingga saat ini bagi siapa saja yang ingin berbisis tidak lagi bersusah payah membangun semuanya dari nol. Ada caranya yaitu dengan franchise karena bisa cukup dengan investasi di brand yang sudah terkenal dan disupport dengan sistemnya yang sudah teruji. Kita bisa dapatkan di pameran yang dihadiri 154 brand lokal ini. Salah satu misalnya di antaranya jika mau bisnis bidang travel haji dan umrah cukup ambil Franchise Gaido Travel. ” ujarnya.

Opening Seremoni

Pada pagi harinya Opening Seremoni Nasional Roadshow IFBC 2020 dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono yang didalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sudah melakukan simplifikasi kebijakan franchise guna mendukung perkembangan bisnis franchise ke depan.

“Meningkatkan daya saing, Kemendag telah melakukan simplikasi kebijakan waralaba melalui penerbitan Permendag Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba. Ditegaskan, pokok penyempurnaan dalam peraturan baru ini adalah penyederhanaan proses permohonan STPW. Dengan diterbitkannya kebijakan waralaba yang baru ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan entrepreneur waralaba.” jelas Veri.

Pada pembukaan Pameran IFBC kali ini juga diserahkan apresiasi Waralaba Padat Karya 2020 oleh Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi I Gusti Ketut Astawa bersama Ketua Franchise Indonesia Anang Sukandar dan juga success story oleh Entrepeneur, Influencer & Educator, Merry Riana.

Pameran IFBC akan berlangsung selama 3 hari pada tanggal 13-15 Maret 2020 yang akan menghadirkan 157 usaha waralaba dari 106 stand peserta pameran. Tema kegiatan IFBC tahun ini adalah The Power of Entrepreneurship yang mengangkat kekuatan kewirausahaan dan bermanfaat bagi masyarakat. Pada pameran kali ini, Kementerian Perdagangan memfasilitasi 12 pelaku usaha waralaba dalam negeri yang telah memiliki STPW. (RMA)