ISABC Adakan Training & Sertifikasi Manajemen Bisnis Umrah

0
319

HAJIUMRAHNEWS– Mencegah maraknya penipuan yang mengatasnamakan perjalanan ibadah umrah yang sangat merugikan masyarakat, Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) mengadakan Training & Sertifikasi Manajemen Bisnis Umrah, pada Rabu (29/05) di Banten Resto, Tangerang Selatan, dengan menghadirkan narasumber Muhammad Hasan Gaido selaku presiden ISABC, Ketua Kadin Bilateral Komite Tetap Timur Tengah, sekaligus praktisi bisnis umrah berpengalaman.

“Mereka yang  mengikuti kegiatan ini adalah para calon evaluator yang sudah berpengalaman dengan beragam latar belakang di ekosistem bisnis umrah; mulai dari akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas. Salah satu peserta kegiatan ini adalah Direktur PT IRQA Indonesia, Ribut Fahmi Kurniawan dan timnya, Dr Rambat Lupiyoadi dari Universitas Indonesia dan Ade Marfuddin dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta.” ungkap Hasan Gaido.

Hasan Gaido menjelaskan bahwa kita semua yang peduli wajib berkontribusi untuk mewujudkan penyelenggaraan bisnis umrah yang aman, bersih dan taat aturan. Selanjutnya diharapkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sudah ISO (International Organization for Standardization) akan bisa mensertifikasi travel umrah di Indonesia

“Dengan latar belakang makin maraknya penipuan yang mengatasnamakan perusahaan umrah yang merugikan masyarakat dengan iming-iming biaya murah dan lainnya, maka PT IRQA Indonesia yang merupakan Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional/KAN (LSSM-IDN-059) menerbitkan sertifikat ISO 9001: 2015 mengikuti kegiatan ini, sebagai bentuk komitmen dalam persiapan pengajuan sebagai  LS-PPIU (Lembaga Sertifikasi Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah) untuk mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan pengesahan dari Kementerian Agama.” jelas Direktur PT IRQA Indonesia, Ribut Fahmi Kurniawan.

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) adalah biro perjalanan wisata yang telah mendapat ijin dari Menteri Agama RI untuk menyelenggarakan perjalanan umrah.  Sampai saat ini berjumlah sekitar 1000an biro penyelenggara umrah di Indonesia.  Namun maraknya biro perjalanan ibadah umrah yang gagal memberangkatkan jemaahnya untuk ibadah umrah menjadi permasalahan penting untuk segera ditangani. 

Oleh karena itu diterbitkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia no. 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah dan peraturan turunannya menjadi bagian dari solusi permasalahan tersebut di atas.  Pasal 37 PMA no.8 tahun 2018 menetapkan bahwa PPIU wajib diakreditasi (sertifikasi) oleh lembaga yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal, dengan masa berlaku sertifikasi 3 tahun. 

Kementerian Agama RI menetapkan skema sertifikasi PPIU sebagai salah satu bentuk pelayanan dan perlindungan kepada Jemaah.  Dipandang perlu dilakukan penilaian terhadap kinerja dan kualitas pelayanan PPIU oleh lembaga yang kompeten, tidak memihak, bertanggung jawab, terbuka, responsif terhadap keluhan, dan memiliki pendekatan terhadap risiko.

“IRQA Indonesia berharap PPIU mampu mengelola bisnisnya dengan cara yang halal dan berbasis syariah” ujar Ribut Fahmi Kurniawan. (mrtz)