International Hajj Conference, Upaya BPKH Rumuskan Langkah Investasi Dana Haji

0
307

Hajiumrahnewas.com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ikut memeriahkan perhelatan Indonesia Sharia Econimic Festival (ISEF) 2019 dengan menggelar kegiatan International Hajj Conference, di hari ke 2 ISEF, pada Kamis (14/11/2019) di JCC Senayan.

Program konfrensi internasional tersebut diinisiasi BPKH dalam rangka menentukan dan merumuskan langkah investasi dana haji Indonesia serta membaca peluang- peluang investasi baru.

Forum itu menghadirkan sejumlah stakeholder terkait sebagai pembicara dan membahas tiga topik penting, di antaranya; Pertama, “Mengelola Biaya Pelaksanaan Haji” yang dibahas oleh Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, Kepala Komisi Haji Nigeria (NAHCOM), Menteri Agama Pakistan dan Kepala Manajemen Haji Malaysia.

Kedua, membahas topik “Keuangan Islam Global” yang diulas oleh Prof. Habib Ahmed dari Durham University, Inggris, Prof. Said M Ladki dari School of Business, Lebanese American University, Prof. Kabir Hasan Business School New Orleans University, Amerika Serikat dan Dr. Jamal Othman dari MIER Malaysia.

Ketiga, membahas topik “Investasi Haji dan Umrah” menghadirkan perwakilan SEDCO Capital, Jeddah, Kingdong of Saudi Arabia, perwakilan CEO Punjab Board of Investment and Trade Government of Punjab dan President Indonesia-Saudi Arabia Business Council (ISABC).

Presiden Indonesia-Saudi Arabia Business Council (ISABC), Muhammad Hasan Gaido merekomendasikan seluruh lapisan Pemerintah RI yang memiliki jaringan dengan Saudi Arabia agar segera mengajukan kerjasama mengikat dengan Kerajaan Saudi dalam hal peningkatan ekspor makanan dan minuman, serta berbagai komponen lain yang menunjang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, seperti; Keperluan hotel dan transportasi.

Muhammad Hasan Gaido atau yang akrab disapa MHG menyadari betul peluang tersebut dapat dimaksimalkan Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan jumlah ekspor produk Indonesia ke Saudi Arabia.

Hal demikian bukan tidak mungkin direalisasikan, mengingat jumlah jamaah Indonesia yang berkunjung ke Saudi Arabia terbilang fantastis dan relatif bertumbuh setiap tahunnya.

“Kita semua tahu, jumlah jamaah haji dan umrah Indonesia sangat banyak, hampir mencapai 2 juta jiwa setiap tahunnya. Maka Pemerintah perlu mengajukan perjanjian khusus balasan kepada Pemerintah Saudi untuk mewajibkan makanan dan minuman, keperluan hotel serta transportasi wajib menggunakan produk-produk Indonesia,” papar MHG saat menjadi pembicara dalam kegiatan International Hajj Conference yang dilaksanakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Perhelatan ISEF ke 6, pada Kamis (14/11/2019) di JCC Senayan Jakarta.

“Apabila kerjasama itu terwujud, kita berharap adanya peningkatan ekspor produk-produk Indonesia ke Saudi, khususnya di bidang makanan dan minuman,” sambungnya.

Merujuk pada Visi Saudi Arabia 2030 yang menargetkan 30 juta jamaah, MHG menegaskan bahwa ekosistem bisnis haji dan umrah di masa mendatang akan jauh lebih besar.

“Saya selaku President ISABC siap dijadikan jembatan peningkatan ekonomi kedua negara oleh pengusaha swasta maupun Pemerintah,” tukasnya pria yang juga merupakan Founder sekaligus CEO Gaido Group ini.

Selain berkenaan dengan ekspor, MHG juga mendorong Pemerintah untuk dapat membuat riset center haji dan umrah bersama serta memberikan kemudahan investasi di Saudi khsuusnya di Makkah dan Madinah.