Indonesia Sukses Ekspor Ikan Patin Perdana ke Saudi Arabia

0
298

JAKARTA, HAJIUMRAHNEWS.COM—Untuk pertama kalinya, Indonesia sukses melakukan ekpor ikan patin ke Saudi Arabia. Sebanyak tujuh kontainer patin diekspor ke negara kerajaan tersebut melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 28 Mei 2019, dan tiba di pelabuhan Jedah, Arab Saudi pada pertengahan Juni lalu untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia.

Konsul Jenderal RI di Jedah, Arab Saudi, Dr. Mohamad Hery Saripudin mengungkapkan, upaya ekspor patin ini dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholders kementerian/lembaga pemerintah dan pengusaha selama tiga tahun terakhir. Hal itu menindaklanjuti kebijakan Pemerintah yang mewajibkan provider katering Arab Saudi yang akan menyediakan barang dan jasa bagi keperluan jemaah haji Indonesia, untuk mengimpor produk Indonesia.

“Kita harus secara sinergis terus meningkatkan ekspor Indonesia ke Saudi. Nantinya, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk katering dan akomodasi, tetapi juga transportasi seperti bus-bus yang digunakan jemaah haji Indonesia,” ungkap Mohammad Heri, Rabu (26/6).

Heri menambahkan, selain untuk katering, kebijakan tersebut juga berlaku untuk keperluan akomodasi. Para pemilik atau manajemen hotel yang akan mengakomodasi jemaah haji Indonesia diminta mengimpor dan menggunakan produk ekspor Indonesia seperti tisu toilet, sikat gigi, pasta gigi, dan lain-lain.

Tahapan selanjutnya, menurut Heri, adalah memanfaatkan potensi jemaah umrah Indonesia yang setiap tahunnya mencapai lebih dari satu juta jiwa. Dengan demikian, kegiatan ibadah haji dan umrah dapat menjadi sarana meningkatkan kerjasama ekonomi Indonesia dengan Saudi baik di bidang perdagangan, investasi, maupun pariwisata.

“Aktivitas haji dan umrah dapat dijadikan sebagai salah satu pilar utama peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Saudi yang saling menguntungkan,” tegasnya.

Sementara itu, M. Hasan Gaido, Presiden Indonesia-Saudi Arabia Business Council (ISABC) berharap, sukses ekspor ikan patin tersebut mendorong ekspor-ekspor bahan makanan dan minuman lainnya ke Saudi secara massif.

“Semoga ini menjadi inspirasi untuk segera disusul dengan ekspor makanan dan minuman lainnya,” ungkapnya.

Hasan menambahkan, saat ini hubungan Indonesia dan Saudi tengah dalam masa terbaiknya (golden time), sehingga beberapa kali Indonesia didapuk menjadi tamu kehormatan di berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan Janadriyah dan World Franchise Exhibition 2019 di Dahran, Saudi. Selain itu, sampai saat ini Indonesia merupakan negara penyuplai jemaah haji terbanyak di dunia, yaitu sejumlah 221 ribu dan kuota tambahan 10 ribu.

Untuk itu, ia mengajak pengusaha di Indonesia untuk manfaatkan ISABC sebagai jembatan bisnis ke Arab Saudi. “Saat ini perusahaan Indonesia dimanfaatkan oleh Kementrian Perdagangan melalui ITPC Jedah. ISABC mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan ekspor kebutuhan jemaah haji dan umrah seperti makanan, minuman, keperluan hotel, dan lain-lain ke Saudi. Jemaah haji dan umrah Indonesia di sana lebih dari satu juta jiwa,” jelasnya.

“Silakan lihat website kami di www.isabc.or.id. Pak Budi, Wakil Presiden Bidang Organisasi dan Sekjen Pak Ali Said, akan membantu teman-teman pengusaha yang mau bergabung,” ajaknya. (AK)