Groundbreaking Pembangunan Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam

0
134

HAJIUMRAHNEWS.COM – Peletakkan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam secara resmi dilakukan di Pantai Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu (26/2). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla, Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi, Sekjen Liga Dunia Islam Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Panitia Pembangunan Museum Internasional Nabi Muhammad SAW Syafruddin.

Dari ratusan negara Liga Muslim Dunia, Indonesia menjadi satu dari 25 negara yang mendapat kesempatan membangun museum ini. Di antara  alasannya karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan Indonesiayang sangat dikenal di dunia yang menganut islam jalan tengah, yang penuh welas asih, toleransi, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.

“Ini sebuah kehormatan, sekaligus amanah bagi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim karena mendapat kepercayaan untuk membangun dan memiliki Museum Rasulullah. Indonesia menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki museum tentang Muhammad SAW. Oleh karena itu, kami dari DMI akan bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkannya sehingga manfaat dari pembangunan ini bisa dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Jusuf Kalla.

Selain itu Jusuf Kalla juga menambahkan fungsi museum ini  selain menjadi tempat pembelajaran sejarah masa lalu Rasul Saw dan peradaban Islam, juga harus bisa menghadirkan fungsi lainnya untuk melihat masa depan

“Kita ingin membikin museum yang dinamis, bukan yang statis. Ini museum yang dinamis, lengkap diskusinya, risetnya, dan konferensi,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Muhammad Hasan Gaido selaku Presiden Indoensia Saudi Arabia Business Council (ISBC) yang turut hadir sebagai tamu undangan menyampaikan apresiasi dan harapannya atas peletakan batu pertama Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

“ISABC sebagai tempat berkumpulannya pengusaha Indonesia-Saudi Arabia sangat mengapresiasi dan bangga, karena Indonesia bisa menjadi tuan rumah berdirinya museum ini. Dampaknya tentu akan positif dalam mendorong terwujudnya Indonesia sebagai Sentral Ekonomi Syariah Dunia.” Ujar Hasan Gaido.

Keberadaan museum ini diharapkan dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing ke Indonesia yang nantinya tidak hanya di Jakarta namun juga berbagai daerah wisata nusantara lainnya yang pada akhirnya juga dapat memberi dampak peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

“Bagi pelaku bisnis di bidang pariwisata, travel agen misalnya, Ini akan menjadi destinasi  baru yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dipasarkan. Bagi pengelola hotel dan restoran bisa-bisa akan kebanjiaran tamu, dan para tour guidenya mesti siap, harus diupgrade baik itu wawasan sejarah keislaman dan juga  kemampuan berbahasa asing.  Sekali lagi ISABC mengucapkan selamat dan turut bangga atas hal ini. Kami akan ikut ambil peran, setelah pembahasan di internal dan juga bersama DMI. (Mrtz)