Sutarjo, Juru Parkir yang Ketiban “Bonus” Rezeki Umrah Bersama Istri

0
116
Tarjo selalu membaca Alquran setiap hari di sela-sela saat bertugas menjadi petugas parkir

Charity Bake Sale (21)

HAJIUMRAHNEWS – Sutarjo masih tidak percaya bisa mendapatkan kesempatan untuk umrah gratis bersama istri tercinta pada April mendatang. Seperti apa kisah dia hingga bisa mendapat rezeki mendadak ke Tanah Suci ini?

SOSOK Sutarjo memang mendadak viral ketika fotonya yang sedang membaca Alquran diunggah oleh salah satu warganet ke media sosial di sela menjalankan tugas sebagai juru parkir (jukir). Tampak pria yang akrab dipanggil Tarjo itu sedang duduk di bangku kursi di trotoar  sambil membaca kitab sucinya tersebut. Di badannya masih menggunakan rompi berwarna oranye yang merupakan seragam khas jukir.

Saat ditemui sekitar pukul 12.00 WIB di tempat kerjanya, Tarjo tidak tampak. Ternyata pekerjaannya untuk memakirkan sepeda motor di salah satu toko aksesoris smartphone diganti sementara oleh Joko, 40, yang merupakan sesama jukir. Pasalnya, Tarjo sedang menunaikan ibadah salat Duhur di masjid yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.

Selang beberapa jam, Tarjo kembali bekerja mengatur pakir motor di salah satu toko yang berada di simpang lima Plaza Matahari. Di saat tidak bertugas dirinya menyempatkan membuka Alquran yang selalu dibawanya. Memang Tarjo sudah membiasakan diri membaca 2 juz setiap harinya di sela-sela dirinya bekerja.

“Saya tidak tahu jika ada yang mengunggahnya di media sosial hingga menjadi viral,” ujar Tarjo pada Jawa Pos Radar Solo sambil sesekali bertugas memakirkan sepeda motor (Senin, 18/2/19).

Setelah viral di medos, awal pekan kemarin dia kedatangan seseorang bernama Andre dari komunitas sedekah umrah. Pada intinya Andre memberikan kabar jika Tarjo dengan istri, Partinah, 44, akan diberangkatkan umrah ke tanah suci yang dibiayai dari komunitas tersebut.

Tarjo cukup bahagia bisa berkesempatan menuaikan ibadah umrah yang sebelumnya dibayangkan akan sulit terwujud. Mengingat dirinya hanya seorang petugas parkir yang setiap harinya bekerja dari pukul 09.00-15.30 WIB. Penghasilan yang didapatkan pun hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah anaknya.

Tetapi doa yang diucapkan Tarjo untuk bisa menginjakan kaki ke tanah suci akhirnya bisa terwujud. Meski baru sekadar umrah, belum menunaikan haji, tetapi dirinya cukup mensyukurinya. Dirinya merasa kesempatan untuk bisa umrah merupakan hadiah dari Allah atas ketaatannya membaca Alquran 2 juz setiap harinya.

“Sebenarnya kebiasaan untuk membaca Alquran 2 juz setiap harinya sudah lama sejak 1998. Saat itu saya berprofesi sebagai tukang becak sebelum akhirnya saya jual pada 2013. Pada waktu itu pula saya dipanggil untuk menjadi tukang parkir oleh satu satu CV karena petugas sebelumnya sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Kebiasaan Tarjo pun terus dilakukan meskipun harus membaca di sela-sela saat dirinya sedang memakirkan kendaraan. Di sisi lain dirinya juga tidak meninggalkan salat lima waktu sehingga ketika duhur tiba dirinya biasanya minta diganti sementara petugas parkir lain.

Dirinya belum bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya ketika nantinya tiba di tanah suci. Terlebih lagi ini menjadi pengalaman pertama kalinya bersama sang istri. Tetapi dirinya ingin mendoakan orang di sekitarnya yang selama ini membantunya. Termasuk seorang dokter yang memberikan tempat tinggal untuk keluarganya secara cuma-cuma berukuran sekitar tiga meter.

“Saya ingin mendoakan orang tua untuk selalu di beri kesehatan. Begitu juga anak saya, Saifullah Ibnu Mukmin, 21,  yang saat ini kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) semester 6 Jurusan Sastra Inggris. Selalu diberi kemudahan dalam melaksanakan pendidikan dan menjadi anak soleh,” jelas Tarjo.

Saat ini segala persiapan untuk pengurusan administrasi ke tanah suci baru fotokopi e-KTP, kartu keluarga (KK) dan surat nikah. Dalam waktu dekat dirinya juga akan mengurus paspornya. Harapannya seluruh proses yang akan dilaluinya hingga bisa berangkat umroh pada April mendatang selalu diberikan kemudahan. (Jawa Pos)

LEAVE A REPLY