Ribuan Jemaah Ikuti Haul Datu Kandang Haji

0
35

ribuan-jemaah-hadiri-haul-datu

HAJIUMRAHNEWS – Ribuan jemaah hadiri Haul Datu Kandang Haji di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Juai, Balangan, Sabtu (19/1/2019). Haul yang digelar di areal makam Datu Haji Kandang Haji ini juga dihadiri Bupati Balangan, H Ansharuddin, Ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD, unsur FKPD, dab para Kepala SKPD.

Dalam haul ini juga dihadirkan KH Asmuni atau dikenal dengan Guru Danau dan Habib Umar dari Yogyakarta.

Proses haulan sendiri diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Guru Danau, pembacaan Manakib Datu Kandang Haji oleh Prof Dr Asmaran serta tausiyah Habib Umar dan Guru Danau.

Dalam sambutannya, Bupati Balangan H Ansharuddin, menyampaikan, rasa syukur karena haulan Datu Kandang Haji kembali bisa dilakukan.

“Setiap tahun selalu bertambah jemaah yang datang ke haulan, luar biasa banyaknya. Alhamdulillah, mudah-mudahan membawa berkah bagi kita semua,” katanya.

Bupati juga mengharapkan melalui kegiatan haulan tercipta hubungan yang baik dan saling mendukung antar pemerintah, ulama dan masyarakat. Dengan begitu maka kebersamaan akan selalu bisa terpelihara.

Diketahui, keberadaan Makam Datu Kandang Haji di Juai memiliki sejarah dan keunikannya tersendiri. Menurut Pengelola Makam Datu Kandang Haji, H Sani mengatakan, nama Kandang Haji didasarkan pada cerita masyarakat yang menyatakan bahwa desa tersebut dipagari atau dikandangi dengan doa-doa.

Tujuannya, untuk mencegah masuknya para penjahat, legenda di masyarakat menyebutkan bahwa tokoh Datu Kandang Haji awalnya bernama Patih Bentar Alam, sementara di riwayat lain ia juga bernama Datu Surya Sakti Mangku Alam.

“Setelah memeluk Islam beliau menunaikan ibadah haji ke Mekkah dengan berjalan kaki, setelah pulang ke kampung halaman ia mengajar dan menyebarkan ilmu agama Islam kepada masyarat luas,” ujarnya.

Dalam haul ini juga dihadirkan KH Asmuni atau dikenal dengan Guru Danau dan Habib Umar dari Yogyakarta.

Dalam haul ini juga dihadirkan KH Asmuni atau dikenal dengan Guru Danau danHabib Umar dari Yogyakarta. (Foto Diskominfo Balangan)

Diketahui pula, Datu Kandang Haji lahir pada tiga abad lampau, ia merupakan putra daerah setempat dan hidup dari keluarga petani yang sederhana. Selain dulunya aktif menyebarkan dakwah kemasyarakat, Datu Kandang Haji juga membangun beberapa masjid.

Salah satu bukti keberhasilan dan kesuksesan Datu Kandang Haji dalam berdakwah adalah dengan membangun masjid di beberapa daerah. Masjid yang dibangun olehnya adalah Masjid Al Mukarramah di Desa Bangkal, Kecamatan Halong, Masjid Jannatul Ma’wa di Desa Buntu Karau Kecamatan Juai, dan Masjid Sirajul Huda di Desa Paran Kecamatan Paringin.

Sementara itu beberapa barang yang menjadi peninggalan beliau antara lain adalah Al Quran tulisan tangan, cukmar (tongkat khatib), piring melawen besar, dan petaka kayu.

Selain peninggalan, Makam Datu Kandang Haji juga memiliki keunikan yang tersiar sejak dulu sampai sekarang adalah juga disebut Makam Panjang, karena panjang makamnya kurang lebih 11 meter dan lebarnya kurang lebih 4 meter.

Saat ini makam tersebut berada di dalam pagar besi, didalam pagar tersebut ada dua batu nisan dari kayu ulin kemudian bertambah menjadi beberapa nisan. (Tribun)

 

 

LEAVE A REPLY