Tahun Ini BPKH Siap Investasikan Langsung Dana Haji di Saudi

0
458
President ISABC Muhammad Hasan Gaido foto bersama anggota Badan Pelaksana BPKH Hurriyah El Islamy usai diwawancara hajiumrahnews.com di lokasi FGD di Jakarta, Rabu (9/1)
President ISABC Muhammad Hasan Gaido foto bersama anggota Badan Pelaksana BPKH Hurriyah El Islamy usai diwawancara hajiumrahnews.com di lokasi FGD di Jakarta, Rabu (9/1)
President ISABC Muhammad Hasan Gaido foto bersama anggota Badan Pelaksana BPKH Hurriyah El Islamy usai diwawancara hajiumrahnews.com di lokasi FGD di Jakarta, Rabu (9/1)

HAJIUMRAHNEWS–Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH) telah menetapkan tahun 2019 sebagai tahun investasi. Karenanya, BPKH akan menginvestasikan langsung dana haji ke Arab Saudi di tahun ini. Memang, bentuk investasinya tidak dibatasi, tapi BPKH akan membidik sektor usaha yang menunjang penyelenggaraan haji maupun umrah.

Untuk lebih menajamkan rencana tersebut, BPKH kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Regulasi Investasi Langsung di Arab Saudi dengan menghadirkan President Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC), Muhammad Hasan Gaido sebagai narasumber utama.

“Setelah kami pelajari dan mendapat banyak masukan dari berbagai pihak, salah satunya hasil FGD pada hari ini, salah satunya dana haji akan diinvestasikan untuk hotel dan katering yang bakal dimanfaatkan langsung oleh jamaah haji maupun umrah ketika musim haji berakhir,” kata Anggota Badan Pelaksana BPKH, Hurriyah El-Islamy, kepada hajiumrahnews.com melalui sambungan telepon usai mengikuti FGD di Jakarta, pada Rabu, (9/1).

Menurutnya, setelah mendengarkan pemaparan dan berbagi pengalaman di lapangan oleh President ISABC, mulai terkait kondisi lapangan serta potensi bisnis di Saudi, BPKH semakin yakin bahwa rencana investasi langsung di Saudi bisa direalisasikan. Selain itu, apa yang dilakukan BPKH, harus mengacu pada asas kemanfaatan dana haji tersebut bagi umat. Sebab, bicara bisnis penyelenggaraan haji dan umrah tidak melulu bisnis tapi juga ada nilai ibadahnya. Karenanya musti dijalankan dengan bisnis yang menerapkan bisnis secara islami (syariah).

“Selama ini kami di BPKH terus terang selalu dihantui kekhawatiran, banyak ketakutan dengan pasal 53 UU Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, yang intinya jika terjadi sesuatu kerugian dalam pengelolaan, maka akan ditanggung renteng baik badan pelaksana maupun dewan pengawas,” kata Hurriyah.

Suasana dsikusi antara Badan Pelaksana dan pengurus ISABC
Suasana dsikusi antara Badan Pelaksana dan pengurus ISABC

Hurriyah kembali menegaskan, wajar jika selama ini pihaknya sebagai pejabat pertama di BPKH terkadang maju-mundur karena berbagai pertimbangan dan kekhawatiran yang berlebihan. Namun, setelah berdiskusi secara intens hingga hari ini, kata Hurriyah, semangat dan keyakinan BPKH untuk merealisasikan niatnya menginvestasikan ke Saudi semakin kuat.

“Tidak saja karena begitu besarnya opportunity yang ada, tapi BPKH sebagai market maker dengan dana yang besar dan dalam bentuk cash money harus bisa diolah dengan baik dan amanah,” ujarnya.

“Kalau dilihat dari opportunity yang ada, Bismillah, kedepannya bakal ada BPKH Tower di Saudi sana,” imbuhnya bersemangat.

Hurriyah menabahkan, kehadiran President ISABC sebagai pembicara menjadi pemantik dan penyala bara api semangat BPKH dalam mewujudkan rencana investasi langsung di Saudi. “Mudah-mudahan sebelum Maret sudah ada,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Hurriyah juga berpesan kepada masyarakat muslim, bahwa kepercayaan penuh kepada kepada BPKH untuk bisa membuktikan diri atas amanah yang diembannya untuk memberikan mafaat sebesar-besarnya bagi umat.

“Terlebih bagi jamaah dan calon jamaah haji maupun umrah. Sebab, BPKH hadir untuk menjalankan amanat dari jamaah oleh jamaah untuk jamaah,” ujarnya.

President ISABC, Muhammad Hasan Gaido mengapresiasi BPKH atas kepercayaannya untuk melibatkan ISABC dalam upaya merealisasikan rencana investasi langsung di Saudi. Menurutnya, investasi yang dipilih oleh BPKH di Saudi diantaranya di sektor usaha hotel dan katering sudah dinilai tepat.

Karena, kata Hasan Gaido, usaha itu bersinggungan langsung dengan jamaah haji maupun umrah selaku pihak yang mengamanatkan dananya kepada BPKH untuk digunakan secara amanah, aman dan menguntungkan sesuai dengan syariah.

Sebagai catatan saja, hingga bulan Desember 2018 total dana kelolaan haji BPKH mencapai Rp 110 triliun, dan tahun depan BPKH menargetkan dana kelolaan tersebut meningkat Rp 11 triliun menjadi Rp 121 triliun. (hai)

LEAVE A REPLY