Soal VFS Tasheel, PATUHI akan Temui Jokowi

0
130
Ketua Dewan Pembina PATUHI Fuad Hasan Masyhur, anggota Dewan Pembina yang terdiri dari para ketua umum asoasiasi haji dan umrah diantaranya Ketua Umum AMPHURI Joko Asmoro, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Republik Indonesia (Asphurindo) Magnatis Chaidir dan Ketua Umum Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Aziz Taba foto bersama usai konferensi pers terkait keberadaan VFS Tasheel yang sangat menyulitkan jamaah umrah di Jakarta, Kamis (3/1). (foto:hun)
Ketua Dewan Pembina PATUHI Fuad Hasan Masyhur, anggota Dewan Pembina yang terdiri dari para ketua umum asoasiasi haji dan umrah diantaranya Ketua Umum AMPHURI Joko Asmoro, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Republik Indonesia (Asphurindo) Magnatis Chaidir, Ketua Umum Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Aziz Taba, Ketua Harian PATUHI Artha Hanif dan Sekjen PATUHI Muharrom Ahmad foto bersama usai konferensi pers terkait keberadaan VFS Tasheel yang sangat menyulitkan jamaah umrah di Jakarta, Kamis (3/1). (foto:hun)

HAJIUMRAHNEWS – Keberadaan VFS Tasheel sebagai pelaksana perekaman biometrik yang menjadi syarat penerbitan visa umrah dinilai menyulitkan calon jamaah umrah. Gelombang protes atas penerapan rekam biometrik itu terus datang dari berbagai pihak, termasuk masyarakat muslim yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Tak terkecuali dari Permusyawaratan antar Travel Haji dan Umrah Indonesia (PATUHI) yang terus menyuarakan aspirasi jamaah mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, DPR-RI, Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) di Jakarta hingga harus mendatangi pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Jeddah. Sayang, hingga saat ini masih belum ada titik terang. Terkait hal itu, tidak hanya jamaah yang kesulitan, pihak biro penyelenggara perjalanan umrah pun mengalami hal yang sama.

“Sementara musim umrah akan datang sebentar lagi. Kami akan menemui Presiden Joko Widodo karena masalah ini,” kata anggota Dewan Pembina PATUHI Joko Asmoro dalam konferensi pers yang digelar di Penang Bistro, Jakarta, pada Kamis (3/1).

Menurutnya, berdasarkan catatan PATUHI, jamaah umrah yang diberangkatkan anggota asosiasi penyelenggara haji dan umrah yang tergabung dalam PATUHI sebanyak 1 juta orang per tahun.  PATUHI sendiri, lanjut Joko, sebaiknya pengambilan biometrik dilakukan di bandara keberangkatan yang ditentukan di Indonesia. “Waktunya 4 jam sebelum keberangkatan, namun belum menemukan titik temu dengan pemerintah Arab Saudi maupun pelaksana perekaman biometrik VFS Tasheel,” ujarnya.

“Keberadaan VFS Tasheel menjadi kegaduhan yang merugikan maskapai penerbangan umrah, juga hotel di Tanah Suci. Namun sampai hari ini tidak banyak solusi dari beberapa kelembagaan. Bahkan, pihak VFS Tasheel mengatakan kami hanya kontraktor dan pelaksana melaksanakan perintah dari KBSA melalui kedutaan,” papar Joko.

Dalam pelaksanaannya, kata Joko, VFS Tasheel juga dinilai sangat tidak siap dalam pengambilan biometrik. Baik dari sumber daya manusianya maupun peralatan yang dimiliki VFS Tasheel yang menyebabkan antrean di sejumlah tempat.

Hal senada diungkap Ketua Dewan Pembina PATUHI Fuad Hasan Masyhur yang menilai VFS Tasheel sangat tidak siap dalam pelaksanaan pengambilan biometrik. Ketidaksiapan itu meliputi tenaga ahli dan peralatan yang menyebabkan antrean panjang hingga berjam-jam di sejumlah tempat.

Kementerian Agama sebelumnya menyarankan agar VFS Tasheel tak menyulitkan jamaah. Begitu pula dengan Kementerian Luar Negeri sudah mengirim nota diplomatik agar dipertimbangkan kembali keberadaan VFS Tasheel. “Namun sampai sekarang masih belum ada titik terang, karena itu, kami akan menemui Presiden,” tegasnya. (hai)

LEAVE A REPLY