PATUHI : VFS Tasheel Tujuannya Melayani, Tapi Mendzolimi

1
167
Konferensi pers PATUHI di Jakarta terkait keberadaan VFS Tasheel dalam pelaksanaan rekam biometrik yang dinilai menzholimi jamaah.
Konferensi pers PATUHI di Jakarta terkait keberadaan VFS Tasheel dalam pelaksanaan rekam biometrik yang dinilai menzholimi jamaah.
Konferensi pers PATUHI di Jakarta terkait keberadaan VFS Tasheel dalam pelaksanaan rekam biometrik yang dinilai menzholimi jamaah.

HAJIUMRAHNEWS–Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) menegaskan kembali tetap menolak keberadaan VFS Tasheel. Keberadaan VFS Tasheel yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) dinilai malah membuat susah calon jamaah umrah.

“Pengambilan data biometrik oleh VFS Tasheel bagi jamaah umrah yang niatnya mengawal aturan tapi malah melanggar aturan. Pun dengan tujuannya melayani tapi malah mendzolimi,” kata Sekjen PATUHI, Muharom Ahmad saat menyampaikan pengantar dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, (3/1).

Sementara anggota Dewan Pembina PATUHI, Joko Asmoro menegaskan, rekam biometrik yang sejak 17 Desember 2018 lalu diterapkan di Indonesia sebagai syarat mendapatkan visa untuk jamaah umrah juga haji sangat sulit di Indonesia karena faktor geografis.

Menurutnya, sampai hari ini proses dialog di Indonesia tidak menemui jawaban. Lantaran mengalami deadlock itu, PATUHI pun bertolak ke Saudi untuk bicara langsung dengan pemerintah di sana. Namun lagi-lagi masih belum ada titik terang.

“Kita kemarin berangkat ke Arab Saudi  dan diterima Wakil Menteri Haji Arab Saudi bidang umrah Dr. Wazan di Jeddah. Dalam pertemuan itu pihak Saudi mengatakan akan melayani yang sebaik-baiknya bagi jamaah umrah. Tapi sampai tiga minggu ini belum ada kabar lagi,” kata Joko yang tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).

Adanya perekaman biometrik oleh VFS Tasheel ini, kata Joko, telah mengganggu jadwal keberangkatan jamaah umrah yang telah dijadwalkan sejumlah biro travel. “Akibatnya, banyak dari jamaah umrah yang telat berangkat dan tentu merugikan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Joko menyampaikan, bahwa dengan keberadaannya di kota-kota besar saja, masih sulit. “Contoh di Papua nggak ada dan calon jamaah harus ke Makassar. Di Ternate pun nggak ada, juga Padang. Ini sangat menyulitkan dan menimbulkan berbiaya tinggi,” katanya.

Turut hadir dalam konferensi pers Ketua Dewan Pembina PATUHI Fuad Hasan Masyhur, anggota Dewan Pembina yang terdiri dari para ketua umum asoasiasi haji dan umrah diantaranya Ketua Umum AMPHURI Joko Asmoro, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Republik Indonesia (Asphurindo) Magnatis Chaidir dan Ketua Umum Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Aziz Taba. (hai)

1 COMMENT

  1. Seberapa besar pun gelombang protes mengenai pengambilan Biometrik dari VFS Tasheel, bila negara tidak turun tangan dan tidak tegas, tetap saja usaha yang dilakukan sia2. Kita tahu lah bagaimana Arab saudi sekarang sangat memerlukan فلوس yang banyak untuk membiayai negaranya. Segala upaya dilakukan untuk mendapatkan فلوس. Cadangan minyak sudah sangat menipis. Maka inilah salah satu cara mereka untuk mendapatkan keuntungan.

LEAVE A REPLY