Asrama Haji Makassar Raih Penghargaan SBSN 2018 Terbaik

0
65
Dirjen PHU usai menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Jakarta, Jumat (21/12) turut disaksikan sejumlah Menteri Kabinet Kerja penerima SBSN. Diantaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menristekdikti M. Nasir.
Dirjen PHU usai menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Jakarta, Jumat (21/12) turut disaksikan sejumlah Menteri Kabinet Kerja penerima SBSN. Diantaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menristekdikti M. Nasir.
Dirjen PHU usai menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Jakarta, Jumat (21/12) turut disaksikan sejumlah Menteri Kabinet Kerja penerima SBSN. Diantaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menristekdikti M. Nasir.

HAJIUMRAHNEWS—Kementerian Keuangan menyerahkan penghargaan kepada Asrama Haji Sudiang Makassar (UPG) sebagai pemrakarsa proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar, di Jakarta pada Jumat (21/12) lalu.

Demikian mengutip laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) yang dilansir pada Rabu, (26/12).

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama yang diwakili Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan mengatakan penghargaan ini merupakan kategori proyek SBSN yang paling cepat selesai pengerjaannya. “Jadi Kemenkeu melakukan kebijakan memonitoring yang sangat ketat terhadap proyek yang berasal dari SBSN Kemenag yang jumlahnya 1,7 triliun di tahun 2018 ini,” kata Nur Kholis.

Menurutnya, Kemenag telah menerima pembiayaan SBSN sejak tahun 2014. “Sejak tahun 2014, sudah banyak pembagunan maupun revitalisasi infrastruktur di Kemenag dilakukan dengan menggunakan skema pembiayaan SBSN,” ujarnya.

Nur Kholis juga menuturkan berdasarkan data, sejak tahun 2014 – 2018 dana SBSN telah digunakan untuk melakukan revitalisasi 23 UPT Asrama Haji. SBSN juga telah membantu perbaikan dan pembangunan 708 balai nikah dan asrama haji.

Kemudian, di bidang pendidikan keagamaan, SBSN juga telah membantu membangun 168 unit gedung kuliah pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, serta 23 lokasi madrasah. “Ke depan, kita berharap makin banyak satker Kemenag dapat merasakan manfaat SBSN,” katanya.

Sementara Dirjen PHU Kemenag, Nizar mengatakan, pengharagaan ini merupakan apresiasi dari Menteri Keuangan karena pembangunan revitalisasi asarama haji Makasar pengerjaanya tepat waktu dan mempunyai perencanaan yang baik. “Pertama adalah ketepatan waktu pengerjaan, kedua adalah perencaanan yang bagus, dan yang ketiga adalah pencairannya pun sesuai,” kata Nizar.

Kepala UPT Asrama Haji Makassar Muhammad Nasir, mengungkapkan kegembiraanya karena mendapatkan penghargaan Satker terbaik sebagai pemrakarsa proyek SBSN ini. “Kami tentunya sangat begergembira karena asrama haji makassar boleh dibilang dari tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018 mendapat SBSN dan Alhamdulillah kami laksanakan dengan tepat waktu tepat pada bulan Desember ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, empat Satker Kemenag memperoleh penghargaan sebagai Pemrakarsa Proyek SBSN Tahun 2018 dengan capaian kinerja terbaik. Empat satker tersebut adalah UPT Asrama Haji Makassar, Kantor Kementerian Agama KUA Kemiling Bandar Lampung, IAIN Bukit Tinggi, dan MAN 1 Kota Malang.

Gelaran yang dihelat Kementerian Keuangan ini, diselenggarakan sebagai bagian dari penutupan program pembiayaan proyek infrastruktur melalui SBSN tahun 2018. Acara tersebut, sekaligus kick off program pembiayaan proyek infrastruktur melalui SBSN tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, selain Menteri Keuangan Sri Mulyani, turut hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja penerima SBSN. Diantaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menristekdikti M. Nasir. (hai/*)

LEAVE A REPLY