Gaido Group Wakafkan Saham ke Pondok Modern Tazakka

0
116
Founder dan CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido bersama Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi memperlihatkan sertifikat akad wakaf usai penandatanganan akad wakaf produktif di sela-sela acara acara National Wakf Caring Day dalam rangkaian kegiatan International Shariah Economy Festival (ISEF) ke-5 di Grand City Convention, Surabaya, Rabu, (12/12). (hun)
Founder dan CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido bersama Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi memperlihatkan sertifikat akad wakaf usai penandatanganan akad wakaf produktif di sela-sela acara acara National Wakf Caring Day dalam rangkaian kegiatan International Shariah Economy Festival (ISEF) ke-5 di Grand City Convention, Surabaya, Rabu, (12/12). (hun)

HAJIUMRAHNEWS – Founder sekaligus CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mewujudukan Indonesia sebagai sentra ekonomi syariah dunia. Salah satunya adalah dengan turut membangun ekonomi syariah Indonesia melalui wakaf produktif sebagai instrumen pembangunan peradaban baru masa depan. visi Gaido 20145 Indonesia Sentral ekonomi syari’ah

“Ini sesuai dengan visi Gaido 2045 Indonesia sentral ekonomi syariah. Kami juga telah mendeklarasikan diri sebagai integrated syariah business corporate,” kata pria yang akrab disapa Hasan Gaido ini saat menjadi salah satu pembicara di acara National Wakf Caring Day dalam rangkaian kegiatan International Shariah Economy Festival (ISEF) ke-5 di Grand City Convention, Surabaya, Rabu, (12/12).

Dalam kesempatan itu, Hasan Gaido yang didaulat untuk sharing season sebagai pengusaha sekaligus pemberi wakaf (wakif) juga menandatangani akad wakaf antara PT Gaido Azza Darussalam Indonesia (Gaido Travel&Tours) yang diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah, KH Anang Rikza Masyhadi selaku penerima wakaf (nadzir).

“Hari ini kami memiliki sejarah baru, motivasi dan inspirasi bagi Indonesia dengan mewakafkan saham sebesar Rp 1,5 miliar dengan asusmsi nilai pasar Rp 15 milyar,” kata Hasan Gaido.

Penandatanganan akad Wakaf Produktif berupa saham senilai Rp 1,5 Miliar dari Gaido Travel kepada Pondok Modern Tazakka
Penandatanganan akad Wakaf Produktif berupa saham senilai Rp 1,5 Miliar dari Gaido Travel kepada Pondok Modern Tazakka

Hasan Gaido berharap, dengan adanya wakaf produktif berupa saham di salah satu unit usaha sekaligus perusahaan cikal bakal dari Gaido Group ini, Pondok Modern Tazakka dan Gaido Group lebih barokah dalam usahanya. “Cita-cita Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia akan menjadi kenyataan dan lahir para pemimpin masa depan yang jujur adil dan berakhlaqul karimah,” ujarnya berharap.

Penandatangan yang dilakukan di tengah-tengah acara talkshow seputar wakaf  produktif itu turut disaksikan para pengurus pusat Badan Wakaf Indonesia (BWI), para ketua lembaga nadzir wakaf uang, para pimpinan pesantren dari Forum Pondok Alumni Gontor dan ratusan hadirin yang memadati ruang Crystal di lantai III Grand City Convention. Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua Badan Pelaksana BWI Prof. Dr. M. Nuh, DEA yang juga merupakan mantan Mendikbud.

Sebelumnya, Hasan Gaido juga menuturkan perjalanannya dalam merintis bisnis yang dimulai dari nol dengan mengibarkan PT Gaido Azza Darussalam Indonesia (Gaido Travel&Tours) yang bergerak di bidang penyelenggaraan haji khusus, umrah, dan halal travel. Bahkan, Hasan Gaido mengisahkan bagaimana dirinya memulai memberanikan diri ‘berniaga’ sejak usia dini dengan memulai jualan es sembari sekolah di kampung halamannya Leuwidamar, Lebak, Banten.

“Dengan bekal pengalaman berbisnis kecil-kecilan sewaktu remaja, hingga akhirnya saya bisa belajar sembari kerja di Mekkah lalu balik ke Indonesia memulai bisnis travel yaitu Gaido Travel dan akhirnya menjadi perusahaan cukup besar dalam penyelenggaraan haji khusus, umrah dan halal travel yang telah memiliki beberapa cabang di kota besar di Indonesia. Bahkan kini bekerjasama dengan Pos Indonesia,” tuturnya.

Kini, kata Hasan Gaido, dari Gaido Travel, bisnis biro perjalanan yang dirintisnya itu telah melahirkan banyak perusahaan di berbagai bidang mulai dari kawasan wisata, media, bank syariah, restoran dan sebagainya. “Dalam perjalanan bisnis saya akhirnya berkenalan dengan Kyai Anang Rizka Mashadi, seorang pimpinan pondok Tazakka yang juga kerap menjadi pembimbing haji dan umrah di Gaido Travel,” ujarnya.

Founder dan CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido saat memaparkan perjalanan bisnisnya dalam acara sharing season di acara National Wakf Caring Day dalam rangkaian kegiatan International Shariah Economy Festival (ISEF) ke-5 di Grand City Convention, Surabaya, Rabu, (12/12).
Founder dan CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido saat memaparkan perjalanan bisnisnya dalam acara sharing season di acara National Wakf Caring Day dalam rangkaian kegiatan International Shariah Economy Festival (ISEF) ke-5 di Grand City Convention, Surabaya, Rabu, (12/12).

Di kemudian hari, lanjut Hasan Gaido, Kyai Anang memaparkan tentang wakaf,  zakat dan infak shadqah serta konsep pembangunan pondok moderen yang tengah dirintisnya dengan misi untuk menciptakan calon pemimpin masa depan.  “Saya dan tim di Gaido Group tergerak untuk membantu dan sinergi. Dan hari ini menjadi satu dari sekian banyak kerjasama yang pernah kami lakukan bersama,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kyai Anang Rikza Masyhadi mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh Gaido Group, seperti yang disampaiakan Hasan Gaido merupakan pengejewantahan dari ayat Al-Quran Surat Ali Imran ayat 92. “Haji Hasan bilang bahwa niatnya wakaf didorong oleh seruan dan pencerahan ayat dalam surat Ali Imran 92 yang seringkali saya sampaikan di berbagai kesempatan,” kata Kyai muda lulusan Universitas Al-Azhar Kairo ini.

“Jika dihitung dengan total nilai perusahaan sekarang, maka mungkin setara Rp. 15 miliar,” imbuhnya.

Artinya apa yang diwakafkan Gaido Group, lanjut Kyai Anang, sudah sesuai dengan pesan dalam ayat tersebut yakni beramal shaleh dengan sesuatu yang dicintainya, bukan dari sisa-sisa. “Maka beliau wakafkan saham perusahaan, bukan CSR atau keuntungan perusahaan karena itu artinya sisa. Yang diwakafkan ini adalah modal perusahaan dan nilai aset supaya produktif,” jelas Kyai Anang.

Di akhir acara, Hasan Gaido kembali menegaskan, sebagai pelaku bisnis, Gaido Group meyakini bahwa Indonesia akan menjadi magnet besar pasar syariah di dunia. Karena itu, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mengembangkan bisnis syariah di Indonesia dan akan berperan aktif untuk menjadikan negeri ini sebagai pusat ekonomi syariah di dunia, salah satunya melalui gerakan wakaf. (hai)

LEAVE A REPLY