Pemerintah Targetkan 5 Juta Kunjungan Wisata Halal

0
35

lombokHAJIUMRAHNEWS – Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) untuk halal tourism (wisata halal) akan tumbuh 42% pada tahun 2019. Artinya ini setara menjadi 5 juta kunjungan dibanding tahun 2018 sebanyak 3,5 juta.  Target ini merupakan target pertumbuhan kunjungan tertinggi untuk halal tourism ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

“Target kunjungan wisman halal tourism itu mencapai 25% dari target 20 juta kunjungan wisman,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, pada Minggu (9/12).

Menurutnya, pertumbuhan tinggi pariwisata halal Indonesia sangat diperlukan untuk menyakinkan pelaku bisnis terhadap industri halal tourism di Tanah Air yang memiliki 3S menarik, yaitu size market-nya lebar, sustainable growth-nya tinggi, dan selisih laba-nya besar.

“Selama ini, kita selalu kalah dengan pesaing dari negara tetangga, baik dari size dan growth-nya,” jelasnya.

Di tahun 2019 mendatang, pihaknya juga menargetkan menjadi destinasi wisata halal terbaik dunia 2019. “Kita ingin tahun depan bisa menjadi ranking pertama sebagai destinasi pariwisata paling ramah terhadap wisatawan muslim dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI). Saat ini kita di peringkat kedua, bersama-sama dengan Uni Emirat Arab, sedangkan sebagai peringkat pertama adalah Malaysia,” ujarnya.

Menurutnya, dengan naiknya Indonesia berada di peringkat pertama, maka akan memudahkan dalam merebut pasar wisata halal global.

Seperti diketahui, berdasarkan laporan GMTI 2018, pengeluaran wisatawan muslim global diproyeksikan mencapai US$ 220 miliar pada tahun 2020 dan akan tumbuh lebih dari US$ 80 miliar sehingga mencapai US$ 300 miliar pada 2026.

Pada tahun 2017 sebelumnya, ada 131 juta kedatangan pengunjung muslim secara global, naik dari 121 juta pada tahun 2016. Sedangkan tahun 2020, pengunjung muslim secara global diproyeksikan tumbuh menjadi 156 juta atau mencapai 10% dari segmen perjalanan.

Kementerian Pariwisata, kata Arief, dalam upayanya menjadikan Indonesia sebagai peringkat pertama, pihaknya bekerja sama Crescentrating–Mastercard meluncurkan program IMTI untuk menentukan peringkat destinasi wisata halal di Indonesia yang paling ramah terhadap wisatawan muslim dengan kriteria ACES (access, communications, environment, and services) yang digunakan oleh Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI).

Setidaknya, ada 10 provinsi yang termasuk dalam indeks (IMTI) tahun ini, yaitu Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lombok (Nusa Tenggara Barat).

Kesepuluh destinasi tersebut, IMTI menetapkan Lombok berada diperingkat pertama, diikuti Aceh dan Jakarta. Berikutnya ada Sumatera Barat, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. (hai)

LEAVE A REPLY