Pria Ini Bertemu Almarhumah Ibu dan Istrinya Saat Umrah

0
45
M. Takwid (kanan) bersama jamaah lain usai thawaf di masjidil Haram saat umrah beberapa waktu lalu.
M. Takwid (kanan) bersama jamaah lain usai thawaf di masjidil Haram saat umrah beberapa waktu lalu.

HAJIUMRAHNEWS – Baginya, perjalanan ke Tanah Suci pada 3-12 November 2018 lalu, merupakan untk kali pertama menunaikan ibadah umrah. Pada awalnya, guru di salah satu sekolah ini sempat ragu dan khawatir akan mengalami hal yang sama seperti teman-temannya yang sudah membayar namun gagal berangkat. Namun setelah mencari banyak referensi akhirnya ia mempercayakan perjalanan umrahnya bersama biro travel di bawah bendera PT Namirah Angkasa Jayatama (Naja Travel) cabang Pantura yang meliputi Pemalang.

Setidaknya itulah ungkapan Muhammad Takwid, satu dari sekian  jamaah yang berangkat umrah bersama Naja Travel, sebagaimana dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com, pada Senin (3/12).

Dalam rilis itu disebutkan, setelah mendaftar, pria yang akrab disapa Takwid ini lebih aktif untuk konsultasi tentang umrah bersama H. Khotibul Umam, salah seorang pengurus Pondok Pesantren Al-Karimi, Mereng, Pemalang, Jawa Tengah.  “Di Ponpes Al-Karimi, saya bertemu tim Naja. Alhamdulillah, saya semakin yakin untuk segera berangkat umrah,” kata Takwid.

Takwid menuturkan, begitu selesai menunaikan ibadah umrah untuk dirinya sendiri, ia ingin mengumrahkan (mem-badal-kan) almarhumah ibunda dan istrinya. “Setelah melaksanakan umrah badal untuk almarhumah ibu dan istri saya, saya mendapatkan pengalaman yang indah,” ujarnya.

Konon, masih dalam penuturannya, setelah sepulang umrah badal untuk ibu tercinta, begitu tiba dan istirahat di hotel,  dalam kondisi sadar, tiba-tiba sang ibu datang dan menyapanya, “Kok lama baru ke sini?”

Mendapati hal demikian, Takwid pun langsung bangkit dan mengkonsultasikan hal tersebut kepada muthowif. Kemudian, muthowif pun mendoakan sang ibu dan Takwid agar disatukan oleh Allah Subhanahu Wata’ala di surga kelak.

Pada hari berikutnya, masih cerita Takwid, ia melakukan umrah badal untuk istri tercinta yang sudah meninggal 20 tahun lalu. Pengalaman yang sama terjadi. “Saat saya hendak istirahat di hotel, dalam keadaan masih sadar, tiba-tiba istri saya datang dan berkata, ‘Saya kangen’,” ujarnya.

Saat itu, kata Takwid, ucapan sang istri terdengar jelas olehnya. Hal itu membuatnya menangis. “Saya menangis terharu karena rindu kepada dua wanita terindah dalam hidup saya, yakni almarhumah ibu saya dan almarhumah istri saya,” tuturnya.  (hai/*)

LEAVE A REPLY