Pemerintah Usul Penetapan BPIH 1440H/2019M Dengan Dollar

0
28

509434

HAJIUMRAHNEWS – Pemerintah melalui Kementerian Agama mengusulkan agar penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440H/2019M ditetapkan dengan US Dollar.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, 95 persen pembayaran penyelenggaraan haji dilakukan dengan mata uang asing yaitu mata uang US Dollar dan SAR Arab Saudi. Kedua, fluktuasi perubahan kurs mata uang rupiah baik terhadap Dollar maupun Riyal (SAR) senantiasa mengalami perubahan.

“Oleh karenanya, akan lebih aman bagi kita semua, penetapan biaya haji itu dengan US Dollar,” ujar Menag.

Sehingga, kata Menag, pelunasan yang dilakukan jamaah terkait selisih yang harus dibayarkan dari setoran awal yang sudah mereka bayarkan itu, tinggal dikaitkan dengan berapa nilai kurs rupiah pada saat pelunasan.

“Sehingga kemudian tidak ada yang dirugikan dengan ketentuan itu,” jelas Menag saat Raker dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (26/11).

Menag menggambarkan, ada konsekwensi yang harus ditanggung saat BPIH 1439H/2018M lalu ditetapkan dengan rupiah. Sebab, saat pelaksanaan ternyata mata uang Rupiah melemah terhadap US Dollar, sehingga harus membayar selisihnya dari Save Guarding, dan nilainya cukup besar.

“Oleh karenanya, di tahun 2019 nanti, sebaiknya tidak mengulang seperti itu (penetapan BPIH dengan rupiah),” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY