Arfi Hatim Bekali DWP Kemenag Tips Cerdas Umrah dan Haji

0
34
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Arfi Hatim saat menyampaikan tips umrah dan haji cerdas kepada anggota DWP Kemenag.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Arfi Hatim saat menyampaikan tips umrah dan haji cerdas kepada anggota DWP Kemenag.

HAJIUMRAHNEWS – Keluarga besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama mendapat pembekalan cara cerdas berhaji dan umrah dari Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelengaraan Haji dan Umrah (PHU), Arfi Hatim.

Tips cerdas haji dan umrah ini disampaikan Arfi Hatim usai DWP Kemenag menggelar pengajian rutin bulanan lewat tausiyah yang disampaikan Ustadz Nasrullah Jasam di Rumah Dinas Menag di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (14/11).

“DPW Kemenag baik pusat dan daerah merupakan agen-agen yang berperan menyampaikan bagaimana berhaji dan umrah cerdas kepada masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Arfi Hatim.

Dalam kesempatan tersebut Arfi Hatim lebih menekankan bagaimana cara cerdas umrah daripada membahas secara mendalam haji reguler dan khusus yang sejauh ini dinilai baik penyelenggaraannya. Sebab, terangnya, indeks kepuasaan jamaah haji Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat.

Menurut Arfi, ibadah umrah menjadi sesuatu yang ‘seksi’ sejak beberapa tahun belakangan ini. Apalagi umrah menjadi primadona ke Tanah Suci bagi masyarakat Indonesia di tengah keterbatasan quota haji reguler.

“Di sinilah muncul persoalan di mana banyak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memanfaatkan peluang ini dengan berbagai modus, karena khusus umrah tidak ada quota yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Arfi.

Dikatakan Arfi, data dari pihak imigrasi menyebutkan, pada tahun ini total kunjungan warga Indonesia ke luar negeri mencapai 10 juta. Dari 10 juta tersebut, ujarnya, sebanyak 1 juta warga Indonesia ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 850 ribu jamaah,” ucapnya.

Arfi menambahkan, DWP Kemenag harus banyak belajar dari berbagai kasus umrah di Indonesia yang menyeret sejumlah travel atau agen perjalanan ke ranah hukum.

“Dibutuhkan kecerdasan dari masyarakat atas sejumlah kasus-kasus travel umrah di Indonesia agar tidak kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Menurut Arfi, cerdas yang dimaksud adalah selektif dan teliti dalam memilih travel umrah. Karena banyak jamaah yang menjadi korban travel umrah berasal dari orang orang berpendidikan.

“Kasus First Travel dan Abu Tour banyak yang menjadi korban orang-orang berpendidikan,” kata Arfi.

Arfi pun menyarankan agar calon jamaah lebih memperhatikan harga apakah rasional atau tidak. Kemenag melalui  Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah sudah menetapkan harga referensi umrah berkisar Rp20 juta.

“Kalau ibu-ibu menemukan ada travel umrah dengan biaya Rp14 hingg 15 juta ini patut dicurigai,” sambungnya.

Dari beberapa kasus yang terjadi, lanjut Arfi, Kemenag sudah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar kasus-kasus yang merugikan masyarakat tidak terulang kembali. Ia menjelaskan, ada beberapa tips cerdas dalam memilih travel umrah di antaranya melalui aplikasi Umrah Cerdas yang dapat diunduh di Play Store.

“Dengan memiliki aplikasi umrah cerdas ini, masyarakat bisa kritis dan cerdas dalam memilih penyelenggara umrah yang profesional. Aplikasi ini juga menuntun masyarakat menjadi konsumen yang cerdas. Pastikan sejak mendaftar hingga keberangkatan ke Tanah Suci maksimal paling lama enam bulan. Ini regulasi mutlak yang harus diperhatikan masyarakat. Pastikan hotel dan visanya. Terkait semua itu dapat dilihat di Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH) Kemenag,” kata Arfi.

Tampak hadir Ketua DWP Kemenag Eny Chumaisiyah Nurkholis, Ketua DWP Unit Eselon I Farikha Nizar, Indah Nur Syam, pengurus DWP Kanwil Jabar, DKI Jakarta dan Banten. Selain itu juga hadir DWP BPJPH, Bimas Kristen, Bimas Hindu dan DWP Litbang Kemenag. (*)

LEAVE A REPLY