Menag Ajak Umat Kristiani Kedepankan Moderasi Beragama

0
34
Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan pada Mubes ke-8 PGPI,di Jakarta, Selasa (13/11).
Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan pada Mubes ke-8 PGPI,di Jakarta, Selasa (13/11).

HAJIUMRAHNEWS – Toleransi beragama di Indonesia belakangan ini semakin mendapatkan sorotan. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga nilai-nilai ini agar kehidupan berbangsa di negeri tercinta ini terus dalam keadaan aman dan damai. Dan nilai-nilai ini tak saja berlaku untuk umat Islam yang merupakan mayoritas di sini, tapi juga untuk umat lainnya.

Ketika memberikan sambutan dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) di Jakarta, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menekankan pentingnya hal ini. Beliau juga mengajak umat Kristiani untuk mengedepankan moderasi beragama.

“Saya ingin mengajak kita semua lebih mengedepankan moderasi beragama, bukan moderasi agama,” kata Menag yang mewakili Presiden Joko Widodo, Selasa (13/11).

Menurut Lukman, semua Agama pasti moderat.

“Agama hadir dalam upaya menjaga, melindungi hak hidup masyarakat, serta untuk melindungi hajat hidup manusia,” jelas Menag.

Maka ia menambahkan, di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia, yang perlu dikedepankan adalah moderasi beragama. Yakni, cara seseorang dalam menjalankan nilai-nilai agama yang diyakini.

“Dengan demikian, kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia dapat tercapai,” ujarnya lebih lanjut.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga menyatakan bahwa sebagai salah satu Aras Nasional, PGPI telah memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi bangsa Indonesia. PGPI saat ini membawahi 85 sidang sinode gereja di Indonesia, dengan jumlah umat mencapai 13,5 juta orang.

“Tentunya PGPI telah memberikan kontribusi dan sumbangsih yang bermakna dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia,” tutur Menag.

Menag kemudian menuturkan bagi masyarakat Indonesia bahwa beragama hakekatnya adalah berIndonesia sebagaimana berIndonesia hakekatnya beragama. Ini karena, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa agamis dan religius.

“Ini adalah warisan para pendahulu, dan wajib kita jaga agar generasi mendatang juga dapat melakukan yang jauh lebih baik,” pesan Menag.

Menag berharap, pendidikan agama yang disampaikan kepada generasi muda perlu mencakup esensi ajaran agama yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Menag pun berharap segenap pemuka agama, tokoh, dan umat beragama senantiasa memiliki rasa cinta.

“Agama adalah ajaran kasih sayang. Ajaran kedamaian. Maka, hanya dengan cinta agama bisa disebarluaskan. Agama untuk memanusiakan manusia,” tukas Menag. (*)

LEAVE A REPLY