Darunnajah Gelar MHQ Tingkat ASEAN

0
51
Wakil Walikota Jakarta Selatan, Arifin, Kepala Seksi Kurikulum Sub-Direktorat Pendidikan al-Quran, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Ahmad Baihaqi, dan Syaikh Ahmad Isham Abdul Gaid al-Tamadi (Mab’uts Azhar) foto bersama usai pembukaan MHQ di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.
Wakil Walikota Jakarta Selatan, Arifin, Kepala Seksi Kurikulum Sub-Direktorat Pendidikan al-Quran, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Ahmad Baihaqi, dan Syaikh Ahmad Isham Abdul Gaid al-Tamadi (Mab’uts Azhar) foto bersama usai pembukaan MHQ di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.

HAJIUMRAHNEWS–Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta kembali menggelar Musabaqah Hifzhul Qur’an (MHQ) pada 9-12 November 2018 di Pondok Pesantren Darunnajah. Pada perhelatan tahunan kali ini merupakan MHQ ke empat, sejak kali pertama digelar pada 2015.

Dalam keterangan resminya yang diterima hajiumrahnews.com pada Sabtu, (10/11) perwakilan Darunnajah Imam Khairul Annas menyebutkan bahwa MHQ tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. MHQ kali ini diikuti tujuh negara ASEAN.

Menurutnya, MHQ bertujuan untuk melahirkan para penghafal al-Qur’an, menumbuhkan dan memacu semangat menghafal dan mempelajari al-Qur’an, memeratakan kegiatan tahfizhul Qur’an di seluruh wilayah Indonesia. Disamping itu, kegiatan ini juga untuk menyemarakkan dakwah Islamiyah melalui lomba Hifzhul Qur’an, serta menjalin ikatan ukhuwah Islamiyah antarpesantren di Indonesia dan antar negara-negara ASEAN.

Pada tahun 2018 ini, MHQ diikuti dari berbagai pondok pesantren yang berhasil lolos dalam seleksi MHQ yang telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2018 sebelumnya. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan, dimana lima peserta terbaik (putra dan putri) pada setiap golongan juz, akan mengikuti babak final yang juga diikuti oleh para peserta dari negara-negara ASEAN yang berjumlah 22 peserta.

Seleksi MHQ di Indonesia dilaksanakan di 13 wilayah yaitu Deli Serdang (Pondok Pesantren Mawaridussalam), Salatiga (Pondok Pesantren Raudhatul Ulum), Dumai (Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12), Balikpapan (Pondok Pesantren Hidayatullah), Martapura (Pondok Darul Hijrah), Lombok (Pondok Pesantren Nurul Hakim), Maros (Pondok Pesantren Darul Istiqamah), Kuningan (Pondok Modern Al-Ikhlash), Magelang (Ma’had Bina Madani Putri), Sidoarjo (Pesantren Modern Al-Amanah), Jember (Pesantren Maqnaul Ulum), Bukittinggi (Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek), dan Jakarta (Pondok Pesantren Darunnajah), dengan total peserta 1960 orang.

Dalam MHQ ini ada tujuh golongan, yaitu Golongan 1 juz putra-putri, 5 juz putra-putri, 10 juz putra-putri, 15 juz putra-putri, 10 juz putra-putri, 15 juz putra-putri, 20 juz putra-putri, dan 30 juz putra-putri.

Dewan Hakim yang terlibat pada MHQ 2018 berjumlah 27 orang, dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta. Lajnah Pentashihan Mushan Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) DKI Jakarta, Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) serta dewan hakim dari Qatar University dan Universitas Al-Azhar Cairo Mesir.

Turut hadir dalam pembukaan MHQ, diantaranya Wakil Walikota Jakarta Selatan, Arifin, Kepala Seksi Kurikulum Sub-Direktorat Pendidikan al-Quran, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Ahmad Baihaqi, dan Syaikh Ahmad Isham Abdul Gaid al-Tamadi (Mab’uts Azhar).

Reporter: Firgi Nurdiansyah

Editor: Hayat Fakrurrozi

LEAVE A REPLY