UI dan Gaido Group Latih Masyarakat Sulap Sampah Jadi Rupiah

0
39
Peserta Pelatihan Menyulap Sampah Menjadi Rupiah, foto bersama usai pelatihan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, pada Minggu (4/11) lalu.
Peserta Pelatihan Menyulap Sampah Menjadi Rupiah, foto bersama usai pelatihan di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, pada Minggu (4/11) lalu.

HAJIUMRAHNEWS – Letak dan georafis wilayah Indonesia yang agraris sangatlah sesuai dengan manfaat yang dihasilkan dari limbah sampah berupa air lindi. Di mana air lindi ini sangat berguna sebagai pupuk dan penyubur tanaman.

Hal itu disampaikan Ketua Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI), Rambat Lupiyoadi saat memberi sambutan di kegiatan sosialisasi dan training bertajuk Menyulap Sampah Menjadi Rupiah di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, Baros, Serang, pada Minggu, (4/11).

Turut hadir dalam pelatihan Menyulap Samapah menjadi Rupiah tersebut, CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido dan aktivis lingkungan yang pakar dalam masalah persampahan, Baron. Demikian sebagaimana keterangan resmi dari tim pelaksana Pengmas UI dan Gaido Group yang diterima hajiumrahnews.com, pada Rabu, (7/11).

Kegiatan hasil kerjasama antara Pengmas UI dengan Gaido Group itu diikuti sekitar 20 warga masyarakat Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Turut hadir para ketua RT, Ketua RW dan aparatur pemerintahan desa serta petugas Babinsa.

Menurut Rambat, hasil dari pengelolaan sampah yang telah ditrainingkan kepada masyarakat berupa pupuk dan air lindi yang diolah dari sampah sangat berpeluang besar dalam bisnis tersebut. Pasalnya, Indonesia sebagai negara agraris sangat membutuhkan. “Diharapkan masyarakat bisa memberikan kontribusi dalam mengurangi sampah sehingga dengan hal tersebut bau juga dapat berkurang dan tumpukan sampah tidak berserakan di mana-mana,” ujarnya.

Upaya ini, kata Rambat, sebagai kontribusi nyata dalam mengurangi sampah di lingkungan masyarakat dan diharapkan dapat memotivasi masyarakat sekitar lainnya untuk dapat selalu menjaga kebersihan serta mengelola sampah sekitar sehingga lingkungan menjadi bersih dan sehat. Karena itu, lanjutnya, mayarakat harus banyak peduli terhadap lingkungan sekitar  dan mempunyai tanggung jawabnya atas kelangsungan generasi penerus tongkat estafet dari perkembangan bangsa yang akan datang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah, aparatur desa dan turut mengelola lingkungan sekitar, dengan mengolah sampah menjadi rupiah. Dampaknya adalah masyarakat nantinya akan mempunyai kebiasaan yang positif  sehingga lingkungan menjadi bersih dan juga dapat menghasilkan uang,” tegasnya.

Ketua Pengmas UI, Rambat Lupiyoadi tengah memaparkan materi
Ketua Pengmas UI, Rambat Lupiyoadi tengah memaparkan materi

Dalam pemaparannya Rambat menyampaikan bahwa sampah di sekitar rumah bisa diolah menjadi rupiah. Di mana sampah-sampah tersebut dapat dijadikan pupuk dan air limbahnya dapat dijadikan penyubur untuk disiram ketumbuhan. Adapun proses pembuatan air lindi tersebut juga sangat sederhana sekali lalu dilakukan fermentasi sehingga per mili liternya dapat dicampur air sehingga dapat digunakan untuk Pertanian dan perkebunan.

“Dengan menggunakan air lindi dan pupuk dari sampah yang diolah tersebut membuat lahan pertanian menjadi lebih subur dan lahan perkebunan menjadi lebih banyak menghasilkan buah,” paparnya.

Secara bisnis, lanjut Rambat, bisnis dari sampah peluangnya besar, karena manusia adalah makhluk penghasil sampah. Jadi apabila seseorang mampu mengelolanya akan menjadi ladang baru dalam penghasilan. “Dalam 600mililiter air lindi yang dihasilkan dari sampah tersebut hanya membutuhkan modal Rp.10.000, namun hasil air lindi itu bisa dijual seharga Rp. 25.000, sehingga margin keuntungan yang didapatnya lebih dari 100 persen,” katanya.

Peserta foto bersama dengan penyelenggara pelatihan
Peserta foto bersama dengan penyelenggara pelatihan

Sementara, CEO yang juga owner Gaido Grup Muhammad Hasan Gaido, menyampaikan jika masyarakat ingin mengelola sampah dan menghasilkan rupiah dari hasil air lindinya maka pihaknya siap memberikan lahannya untuk proses pengelolaan tersebut. Sehingga, kata Hasan Gaido, masyrakat dapat meningkatkan perekonomian dan membantu pemerintah daerah dalam persoalan penanganan sampah.

Dalam kesempatan itu juga, Hasan Gaido menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya kegiatan ini, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten atas dukungannya pada program yang menjadi bagian dari socialpreuner Gaido Group dan civitas akademika UI. “Semoga program kerjasama UI dan Gaido Group ini akan terus meningkat dan lebih besar cakupannya,” katanya berharap. (hai)

LEAVE A REPLY