Meski Singkat, Jamaah Umrah Berpotensi Bisa Terkena Meningitis

0
25
Indonesia mewaspadai meningitis dan Mers Cov.
Indonesia mewaspadai meningitis dan Mers Cov.

HAJIUMRAHNEWS – Salah satu ancaman yang sewaktu-waktu bisa menyerang jamaah umrah adalah munculnya penyakit meningitis dan MERSCOV dengan potensi penularan dan risiko kematian sangat tinggi.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kemenkes RI, Eka Jusup Singka, jumlah 221 ribu untuk haji ditambah umrah 1 juta orang di setiap tahun, memiliki potensi adanya proses penularan penyakit atau penyakit-penyakit yang terbawa dari Saudi ke Indonesia.

“Kegiatan berangkat ke Arab Saudi untuk pelaksanaan umrah tidak sama dengan haji. Ibadah haji waktu dan keberangkatan sudah jelas di hari-hari Arafah, berbeda dengan pelaksanaan umrah yang keberangkatannya bisa setiap hari,” ujar Eka saat dijumpai di sela-sela acara Global Health Security Agenda (GHSA) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (7/11).

Eka melanjutkan, umrah itu ada 7 hari dan 9 hari. Namun, katanya, meski singkat bukan berarti tidak ada jamaah yang sakit.

“Saat ini pun kita dapat data berapa yang dirawat. Ada 6 orang jamaah umrah kita yang dirawat di RS Arab Saudi, ini yang harus kita perhatikan itu mengenai umrah, tetap dia wajib divaksin,” tambahnya.

Potensi penularan penyakit saat ibadah umrah tinggi karena pada saat itu berkumpulnya manusia yang datang dari penjuru dunia. Baik dari Afrika dan negara lain yang berpotensi membawa penyakit dari negaranya masing-masing.

“Baik haji maupun umrah sebenarnya Indonesia memiliki risiko setiap hari, karena tiap hari ada pulang juga. Umrah itu pulang tiap hari. Karena tiap hari ada pulang dibuat sistem cegah tanggap KKP atau kantor kesehatan pelabuhan yang bisa menjaga Indonesia dari ancaman penyakit menular,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY