Soal Strategi Pemasaran, Ditjen PHU akan Tindak PPIU yang Menyimpang

0
15
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Muhammad Arfi Hatim
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Muhammad Arfi Hatim

HAJIUMRAHNEWS – Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), Muhammad Arfi Hatim menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti adanya informasi terkait strategi pemasaran yang menyimpang dan tidak sesuai regulasi. Terlebih bila biaya yang ditawarkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) tidak rasional.

“Sebutkan saja apa travelnya, Bidang PHU Kanwil Jateng saya minta menindaklanjutinya,” tegasnya di Semarang, Jum’at (2/11), saat kegiatan Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di hotel Ciputra Semarang, 1-3 November 2018 lalu.

Menurutnya, sebagaimana dilansir laman resmi Kemenag, pada Sabtu (3/11), jasa perjalanan umrah memang kini menjadi tren bisnis yang menjanjikan. Dengan jumlah jamaah lebih dari 1 juta orang setiap tahunnya, maka dapat dihitung berapa trilyun uang yang berputar dalam bisnis itu.

“Umrah sekarang menjadi industri jasa perjalanan ibadah yang luar biasa. Oleh karena itu kami tidak akan main-main dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.

Arfi menegaskan, telah ditemukan beberapa pelanggaran saat proses pengawasan yang dilakukan baik secara online maupun terjun langsung di lapangan. Semua pelanggaran dicatat dan diklasifikasi sesuai kadarnya dan jenis sanksi yang sesuai.

“Semua kami catat pelanggarannya, bila ada PPIU yang memfasilitasi travel non PPIU dengan meminjamkan legalitas perusahaannya akan kami cabut izinnya. Termasuk travel yang menelantarkan jamaah,” tegasnya.

Arfi juga melarang PPIU memberikan dana talangan umrah kepada jamaah. Pasalnya, PPIU bukan perusahaan bidang finance, PPIU seharusnya fokus dalam jasa perjalanan ibadah umrah.

Hal ini diungkap Arfi, pasalnya, kini mulai kembali merebak berbagai penawaran umrah yang makin menggiurkan. Banyak travel berlomba menggaet jamaah sebanyak mungkin demi mendulang keuntungan. Meskipun sebagian penawaran itu kadangan tidak rasional dan dilakukan oleh travel yang tidak berizin sebagai PPIU.

Bahkan, masih ditemukan adanya iklan bayar Rp 1 juta bisa umrah, ada pula yang memberikan dana talangan umrah, masih adanya sistem Multi Level Marketing, dan banyak pula jenis penggalangan dana usaha (investasi) berdalih arisan umrah. (hai/*)

LEAVE A REPLY