Abdul Djamil : UU Nomor 13 Tahun 2008 Harus Direvisi

0
68
Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji, Abdul Djamil. (foto:ist)
Mantan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji, Abdul Djamil. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS–Dengan berbagai landasan sosiologis dan yuridis, memang sudah saatnya UU Nomor 13 Tahun 2008 direvisi, karena belum mengatur secara tegas penyelenggaraan umrah. UU tersebut

“UU 13 itu lebih banyak mengatur haji, umrah belum banyak, maka sebaiknya memang direvisi. Judulnya juga hanya berbunyi penyelenggaraan ibadah haji, tidak ada umrah,” kata Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Abdul Djamil saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di hotel Ciputra, Semarang, pada Jumat, (2/11).

Menurut mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) ini, Undang-undang terkait penyelenggaraan haji terbaru yang terbit 2014 mengatur pengelolaan keuangan haji. Terbitnya UU tersebut bertujuan supaya keuangan haji dapat dikelola secara profesional yang lebih produktif untuk kemaslahatan.

“UU Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji bertujuan baik demi jemaah haji dan umat Islam tapi memang tidak bisa instan. Kalau dulu banyak orang berharap dana haji dikelola secara produktif untuk investasi tidak ada payung hukumnya,” jelas Djamil.

Selain kedua Undang-undang tersebut, Djamil juga menguraikan berbagai turunan peraturan perundangan lainnya. Regulasi haji dan umrah selama ini dinilai Djamil sangat penting untuk panduan dasar prosedur kerja baik dalam pelayanan haji maupun umrah.

“Regulasi justru bermanfaat untuk melindungi kepentingan jemaah dan Kemenag sebagai penyelenggara haji,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, tampak sekali, sebagai mantan, Djamil sangat tahu manajemen penyelenggaraan haji dan umrah, dan bahkan bisa dikatakan dia memiliki kepakaran (ahli) dalam masalah haji maupun umrah.

Djamil juga mengapresiasi penyelenggaraan haji dua tahun terakhir yang sangat baik. Meskipun perhelatan haji merupakan kerja kolosal dalam waktu lama, Djamil menilai, Kemenag terbukti mampu menjalankan tugas nasional dengan baik.

Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih atas diikutsertakannya beberapa mahasiswa UIN Walisongo dalam kegiatan itu. Menurutnya, mahasiswa program studi Manajemen Haji dan Umrah memang harus tahu tentang dunia nyata penyelenggaraan haji maupun umrah.

“Mahasiswa selama ini hanya belajar di bangku kuliah secara teoritis. Mereka harus tahu dunia nyata perhajian. Maka ini merupakan kesempatan sangat baik bagi mahasiswa menimba ilmu dari para ahli dan praktisi haji,” ujarnya. (hai)

LEAVE A REPLY