Inilah Empat Kesepakatan Muhammadiyah dan NU

0
25
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj dalam keterangan pers bersama di Jakarta, Rabu, (31/10).
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj dalam keterangan pers bersama di Jakarta, Rabu, (31/10).

HAJIUMRAHNEWS–Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyepakati empat kesepakatan dalam rangka menjaga kedaulatan dan kemajuan bangsa dan negara. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj dalam keterangan pers bersama di Jakarta, Rabu, (31/10).

Keempat kesepakatan itu diantaranya; pertama,  berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berdasarkan atas Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang Islami.  Bersamaan dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dalam suasana yang damai, persaudaraan, dan saling berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa.

Kedua, mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme politik kenegaraan dan seleksi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan denga professional, konstitusional, adil, jujur dan keberadaban.  Semua pihak agar mendukung proses demokrasi yang substantif serta bebas dari politik yang koruptif dan transaksional  demi tegaknya kehidupan politik yang dijiwai nilai-nilai agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur  Indonesia.

Ketiga, meningkatkan komuniaksi dan kerjasama yang konstruktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun masyarakat yang makmur baik material maupun spiritual, serta peran politik kebangsaan melalui program pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan bidang-bidang strategis lainnya. Komunikasi dan kerjasama tersebut sebagai perwujudan ukhuwah keutamaan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia.

Keempat, pada tahun politik ini semua pihak agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi dan kebersamaan di tengah perbedaan pihak politik. Kontestasi politik diharapkan berlangsung damai, cerdas, dewasa, serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan Negara. Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama.

“Kami percaya rakyat dan para elit indoesia makin cerdas, santun dan dewasa dalam berpolitik,” kata Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir yang didampingi Ketum PBNU Said Agil Siradj di hadapan awak media. (hai)

LEAVE A REPLY