KJRI Jeddah Boyong Tiga Primaduta Award dari Presiden Jokowi

0
11
Presiden RI menyerahkan Primaduta Award kepada Konjen RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin
Presiden RI menyerahkan Primaduta Award kepada Konjen RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin

HAJIUMRAHNEWS—Pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 menjadi ajang penting bagi Perwakilan Republik Indonesia di Jeddah. Sebab, dalam ajang tahunan itu, ada tiga dari pengusaha mitra Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) asal Arab Saudi mendapatkan Primaduta Award. Sebuah penghargaan bergengsi bidang perdagangan dari Pemerintah Indonesia, yang digelar di Jakarta, pada Rabu, (24/10)

Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal RI, Mohamad Hery Saripudin, menerima penghargaan Primaduta Award langsung dari Presiden Joko Widodo. Konjen Hery merupakan satu dari lima Kepala Perwakilan di seluruh dunia yang mewakili untuk menerima award tersebut.

“Penghargaan Primaduta ini nantinya akan kami teruskan kepada Abdul Latief Jameel Ltd. – Arab Saudi sebagai pemenang dari kategori tertinggi bidang industri manufaktur pasar non-tradisional,” katanya.

Selain itu, KJRI Jeddah tahun ini juga menerima dua Primaduta Award untuk perusahaan Arab Saudi lainnya yaitu Jareer Bookstore dan Said Bawazier Trading Coorp. Menteri Luar Negeri Marsudi Rini menyerahkan dua penghargaan ini kepada Konjen Hery usai acara utama yang dihadiri oleh Presiden.

Konjen RI mengakui eksistensi dan peran para pengusaha asing dalam peningkatan ekspor Indonesia. Terkait peningkatan ekspor Indonesia ke Arab Saudi, tentunya tidak terlepas dari peran serta pengusaha mitra yang loyal terhadap produk Indonesia. “Karenanya, penghargaan primaduta ini menjadi sarana yang tepat sebagai pengakuan esksistensi dan jasa para pengusaha ini sebagai mitra eksportir produk Indonesia,” imbuh Konjen RI.

Menurutnya, statistik kerja sama perdagangan Indonesia dan Saudi, menunjukan peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari total perdagangan. “Total perdagangan Indonesia – Saudi periode Januari – Juni 2018 mencapai 2,687 Miliar Dollar Amerika, atau naik 23,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 yang mencapai 2,177 Miliar Dollar Amerika,” jelas Konjen RI.

Namun demikian, kata Konjen, potensi kerja sama kedua negara masih belum tergarap secara maksimal. Karena itu, KJRI akan secara optimal menggarap potensi dan peluang ini. “Selain itu, Saudi Vision 2030 yang salah satunya menitikberatkan pada upaya diversifikasi ekonomi tidak hanya mengandalkan sektor minyak dan gas, menjadi peluang kerja sama ekonomi lainnya antara Saudi dan Indonesia,” katanya.

Saat ini, lanjut Konjen, komoditi utama produk Indonesia ke Saudi meliputi produk otomotif, produk sawit dan turunannya, makanan dan minuman olahan. Sementara sektor lainnya adalah termasuk produk perikanan, produk karet dan turunanya, plywood, pulp and paper, furnitur, dekorasi rumah, tekstil dan material bangunan, dan lain-lain. (hai)

LEAVE A REPLY