Bupati Ipong Akan Berangkatkan Soiran Umrah Tahun Depan

0
43
Soiran
Soiran

HAJIUMRAHNEWS – Seorang guru tunanetra bernama Soiran (38) akhirnya mendapatkan berkah. Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni berjanji akan memberangkatkan Soiran untuk umrah tahun depan.

Menurut Ipong, seharusnya Soiran dapat didaftarkan berangkat umrah secara cuma-cuma untuk tahun ini. Namun karena kepala desa di mana Soiran tinggal tidak aktif melaporkan tentang sosok Soiran, maka alumni STAIN Ponorogo itu luput dari program Pemkab untuk mengumrahkan 1.000 kyai kampung dan marbot.

“Kalau tahun ini tidak bisa sepertinya karena proses seleksinya sudah selesai,” terangnya.

Terkait keinginan Soiran agar pemerintah mau memfasilitasi gedung sekolah yang layak dan teman mengajar, kata Ipong, Soiran harus memiliki yayasan lengkap dengan pengurusnya terlebih dahulu.

“Dia (Soiran) bikin yayasan. Harus ada pengurusnya juga. Nanti yayasannya bisa minta bantuan Bansos ke pemerintah,” jelasnya.

Ipong sendiri berkenan membantu Soiran untuk pembiayaan pembuatan yayasan jika memang diperlukan.

“Biayanya murah sekitar Rp 2-5 juta,” imbuhnya.

Alternatif solusi lain yang diusulkan Ipong adalah pembentukan Pokmas (Kelompok Kerja Masyarakat) untuk membantunya mengajar. Menurut Ipong, persyaratan mengurusnya juga tidak susah.

“Tapi bisa nggak ya. Coba nanti saya tanyakan ke Bappeda dan Keuangan atau dia bisa ke Kadesnya biar nanti Kades mengajukan ke Bupati,” pungkasnya.

Tentang Soiran

Soiran adalah seorang guru tunanetra di Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Setiap hari harus berjalan menuju sekolah tempatnya mengajar, sebuah MTs yang berjarak 1,5 km dari rumahnya. Ia hanya ditemani tongkat setianya melewati jalanan berbatu dan naik turun tersebut.

“Saya berangkat dari rumah lebih awal. Pukul 06.00 saya sudah berangkat soalnya sebelum masuk sekolah saya mengajar anak-anak untuk mengaji,” tutur Soiran, Rabu (24/10).

Kadangkala pria berusia 38 tahun ini mendapatkan tumpangan dari siswa atau tetangganya hingga tiba di sekolah. Aktivitas ini telah ditelateni oleh Soiran selama 9 tahun terakhir.

Soiran tidak hanya bisa mengajar satu mata pelajaran saja. Alumni STAIN Ponorogo ini menguasai sejumlah mata pelajaran seperti Bahasa Arab, fiqih, tajwid, akidah akhlak hingga Al Quran Hadits.

Sorenya, ia mengajarkan cara membaca Al Quran kepada anak-anak di kampungnya.
Selain itu, Soiran juga mengajari ngaji kepada para ibu yang baru dimulai pada bulan Ramadan lalu.

“Saya menerima 12 orang, ini saya ajari dulu. Kalau sudah bisa baru saya buka pendaftaran lagi. Kemarin banyak yang mau daftar tapi saya stop dulu. Tapi kalau anak-anak saya jadwal Sabtu-Rabu, kalau ibu-ibu Kamis dan Jumat saja,” jelasnya.

Tak hanya itu, di tahun 2009, Soiran berinisiatif untuk mendirikan sebuah madrasah diniyah, meskipun dengan keadaan kelas yang seadanya.

“Saya ingin mereka tidak hanya belajar mengaji tetapi juga belajar agama, bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang halal dan haram,” paparnya. (*)

LEAVE A REPLY