Baznas Perkuat Peran UPZ dalam Gerakan Zakat Nasional

0
41
Ketua Baznas Bambang Sudibyo bersama Kepala Divisi UPZ Baznas, Faisal Qosim dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Fuad Nasar dalam konferensi pers jelang pembukaan Rakernas UPZ Baznas di Jakart, Rabu, (24/10)
Ketua Baznas Bambang Sudibyo bersama Kepala Divisi UPZ Baznas, Faisal Qosim dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Fuad Nasar dalam konferensi pers jelang pembukaan Rakernas UPZ Baznas di Jakart, Rabu, (24/10)

HAJIUMRAHNEWS – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo mengatakan  selama ini Unit Pengumpul Zakat (UPZ) telah memberikan kontribusi dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Pasalnya layanan UPZ memudahkan para pegawai pada institusi dan karyawan perusahaan dalam menunaikan zakatnya, baik yang bersifat rutin setiap bulan maupun jenis zakat lainnya.

“Selain itu, UPZ juga menjadi solusi, bukan hanya dalam membantu mustahik di lingkungan pegawai dan karyawan namun juga bagi masyarakat luas,” kata Bambang kepada awak media dalam konferensi pers pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) UPZ Baznas 2019 yang digelar di Jakarta, Rabu (24/10).

Bambang mengatakan, bersama Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), UPZ juga menjadi bagian dalam perjuangan mengentaskan satu persen kemiskinan di Indonesia setiap tahun.

Menurutnya, hingga kini, kepercayaan publik terhadap UPZ Baznas terus meningkat, hal ini dibuktikan dengan penghimpunan zakat yang terus naik. Pada Januari hingga Oktober 2018, UPZ telah mengumpulkan zakat senilai Rp 50 Miliar dan diperkirakan akan terhimpun lebih dari Rp 63 Miliar. Hasil ini lebih tinggi dari tahun lalu yang terhimpun Rp 57,4 Miliar.

Dengan pencapaian ini, Bambang berharap UPZ makin mengoptimalkan perannya sehingga makin banyak umat dapat terlayani dalam melaksanakan ibadah zakat dan makin banyak mustahik menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, UPZ dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Pada aturan ini disebutkan, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Baznas pusat, Baznas provinsi, dan Baznas kabupaten/kota dapat membentuk UPZ pada instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perguruan tinggi, masjid dan perusahaan swasta.

“UPZ juga dapat dibentuk pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta di tingkat kecamatan, kelurahan atau tempat lainnya,” jelasnya.

Sementara Kepala Divisi UPZ Baznas, Faisal Qosim mengatakan, keberadaan UPZ ini mendorong penguatan zakat, dan pemerintah sanngat mendukung keberadaannya. “Semoga semakin banyak lagi perusahaan yang membentuk UPZ Baznas, sehingga para penerima manfaat merata dan semakin luas dan tentu dapat membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia,” kata Faisal Qosim.

Sampai saat ini terdapat 128 instansi terdiri dari Kementerian, Lembaga Negara, BUMN, dan swasta yang sudah terbentuk UPZ Baznas dan melayani penghimpunan serta penyaluran zakat. Ia berharap semakin banyak UPZ terbentuk sehingga makin banyak umat terlayani.

Rakernas yang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (25/10) besok ini dihadiri oleh 135 peserta dari 89 instansi UPZ Baznas. Dalam Rakernas ini, UPZ memberikan laporan pengelolaan zakat tahun 2018 dan menyiapkan susunan rencana kerja anggaran tahunan tahun 2019.

Turut hadir sebagai pembicara dalam Rakernas ini, Bambang Sudibyo, Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, Kepala Divisi UPZ Baznas, Faisal Qosim dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Fuad Nasar. (hai)

LEAVE A REPLY