Prosentase Jamaah Cadangan akan Dinaikkan Menjadi 10 Persen

0
54
Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, M Noer Alya Fitra
Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, M Noer Alya Fitra

HAJIUMRAHNEWS – Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya agar seluruh jamaah yang masuk kuota tahun berjalan dan sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) dapat berangkat ke Tanah Suci. Nyataannya, selalu saja ada jamaah yang membatalkan keberangkatan haji di akhir waktu. Akibatnya, meskipun Kemenag telah menyiapkan jamaah haji cadangan tetap saja ada bangku kosong dalam kloter (open seat).

Demikian disampaikan Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, M Noer Alya Fitra, di Jakarta, pada Senin (22/10), sebagaiman dilansir laman resmi Kemenag.

Menurut Nafit, sapaan akrabnya, pada tahun 2018 merupakan angka open seat terendah dalam lima tahun terakhir. “Open seat tahun ini sedikit, karena kerja keras Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kanwil Kemenag Provinsi) untuk segera melaporkan bila ada jamaah yang batal berangkat supaya bisa segera diproses penggantinya,” tutur Nafit.

Nafit menambahkan, kebijakan penggantian jamaah haji yang batal berangkat tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148 tahun 2018 tentang Pelunasan BPIH Reguler 1439H/2018M yang mewajibkan Bidang PHU segera melaporkan bila terjadi potensi kekosongan seat pesawat karena jamaah sakit, wafat, atau alasan lainnya.

“Selain itu kebijakan di Kemenag Pusat bahwa open seat diperbolehkan diisi dengan memenuhi seat pesawat di kloter yang terakhir,” imbuh Nafit.

Berdasarkan data Subdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, open seat pada tahun 2015 sebanyak 745 dan tahun 2016 sedikit naik menjadi 759. Sedangkan pada tahun 2017 melonjak drastis mencapai 935 orang, dan pada tahun 2018 hanya 649 orang.Terkait dengan kemungkinan menekan lebih rendah angka open seat, Nafit menyebutkan akan ada regulasi baru yang diterbitkan Direktorat Jenderal PHU.

Rencananya, kata Nafit, Kemenag akan menaikkan persentase jamaah cadangan, dari 5% menjadi 10%. “Kebijakan ini akan diambil karena beberapa provinsi pada pelunasan BPIH tahun 2018 kehabisan jamaah cadangan karena jamaah cadangan yang melunasi sudah masuk semua mengisi sisa kuota,” tandasnya.

Nafit juga menjelaskan bahwa pengisian open seat dapat dilakukan antar provinsi dalam satu embarkasi. Selain itu ada pula kebijakan pasport jamaah cadangan harus diserahkan ke pusat untuk memudahkan proses penggantian jamaah batal. (hai/ab)

LEAVE A REPLY