Tazakka Gelar Seminar Internasional Bahasa Arab

0
15

tazaka arab

HAJIUMRAHNEWS – Untuk meningkatkan kualitas bahasa Arab para guru dan santri senior, Pondok Modern Tazakka kembali mengadakan Seminar Internasional Bahasa Arab. Seminar yang digelar pada Sabtu (13/10) ini  mendatangkan para guru besar dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Mesir.

Hadir sebagai narasumber di antaranya pakar bahasa dari Fakultas Ilmu Bahasa (FIB) UGM Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., MA dan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, Guru Besar Bahasa Arab Universitas Bani Suwief Mesir Prof. Dr. Sharef al-Gayyar, dan Peneliti Majma’ Lughoh, Mesir Dr. Mujawir Syukran.

Seminar yang mengusung tema Peran Bahasa Arab di Era Modernisasi ini dilaksanakan di Aula Robithah PM Tazakka dan diikuti oleh seluruh guru-guru, para guru pembimbing bahasa, pengurus OPPM Bagian Bahasa dan pengurus bahasa di asrama-asrama santri, serta sejumlah utusan dari pesantren lain.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Kyai Anizar Masyhadi mengatakan, bahasa adalah mahkota pondok yang harus tetap dijaga. Sebab ini prinsip sekaligus bagian dari nilai-nilai pondok. Bahasa juga kunci seluruh ilmu terutama bahasa Arab.

“Tanpa kunci itu, kita tidak akan mungkin bisa mengakses kepada khazanah keislaman yang sangat luas dan banyak. Maka, pelajari dan kuasai bahasa Arab, supaya keilmuannya bisa bermanfaat dan bisa menjawab persoalan zaman,” kata Kyai Anizar yang didampingi oleh Direktur KMI Kyai Muhammad Bisri.

Sementara Prof. Gayyar dalam pemaparannya menjelaskan, bahasa Arab punya peran penting di era modern saat ini. “Kita harus lestarikan bahasa Arab yang fushah, jangan sampai bahasa ‘ammiyyah atau pasaran menyebar luas, karena itu adalah misi menghilangkan peradaban dan keilmuan Islam,” tandasnya.

Selain itu, kata Prof Gayyar, agar mampu menjadi pengajar bahasa Arab yang baik dan sukses, ke depannya Tazakka bisa terus bersinergi dengan pihaknya dalam rangka menjadikan Tazakka sebagai salah satu pusat studi dan pengembangan bahasa Arab yang unggul di Indonesia.

“Saya sudah pernah ke sini sekali, dan ini yang kedua kali, saya merasakan di sini adanya komitmen yang kuat dari para pimpinannya dan para guru serta santri untuk menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa kedua mereka setelah bahasa ibu yaitu bahasa Indonesia, maka saya akan berkomitmen untuk ikut mendorong Tazakka melalui kemampuan dan jaringan yang saya miliki agar pondok ini bisa menjadi pusat keunggulan bahasa Arab di Indonesia,” katanya.

Sementara Dr. Mujawir Syukran menyampaikan nilai keutamaan bahasa Arab. Menurutnya, selain menjadi bahasa Al-Quran, bahasa Arab juga menjadi bahasa nasional di hampir semua negara di Timur Tengah. “Bahkan, bahasa resmi negara Israel saja adalah bahasa Arab,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pula bahwa di seluruh masjid di dunia ayat-ayat Al-Quran tertulis dalam bahasa Arab sebagai hiasan di dinding-dindingnya. “Sampai-sampai berdoa pun banyak menggunakan bahasa Arab dan tidak diterjemahkan, dengan demikian, bahasa Arab akan tetap terjaga, sebagaimana saat kita menjaga bahasa Arab untuk terus lestari, maka sebenarnya kita sedang menjaga Kitab Suci Allah,” imbuhnya.

Peneliti senior di Lembaga Bahasa Arab Kairo itu juga mengajak para peserta seminar agar jangan sekedar belajar atau berbicara dengan bahasa Arab. “Tetapi, kalian harus kuasai betul bahasa Arab dengan menguasai ilmu-ilmu kebahasaan seperti nahwu, shorf dan lainnya,” pesannya.

Adapun Prof. Sangidu menyampaikan beberapa program yang telah dilakukan oleh FIB UGM dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di lembaganya. Ia pun meminta Prof. Dr. Sharef dan Dr. Mujawir untuk terus membantu dan mengawal UGM dan Tazakka dalam usahanya memajukan bahasa Arab di Indonesia.

Hal senada disampaikan Prof. Syamsul Hadi yang mendapat giliran terakhir berbicara menyatakan bahwa pihaknya membuka lebar pintu masuk UGM bagi santri dan guru Tazakka, terutama karena ia menilai mereka memiliki kemampuan bahasa Arab yang bagus.

“Untuk para santri alumni Tazakka bisa masuk di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab S1, sedangkan untuk guru-guru bisa melanjutkan S2 dan S3nya baik dalam ruang lingkup linguistik maupun sastra Arab,” ujarnya. (lam/hai)

LEAVE A REPLY