Pesona Danau Toba Memang Tiada Tara

0
149

WhatsApp Image 2018-10-02 at 3.29.40 PM

HAJIUMRAHNEWS–Boleh jadi pasca tragedi tenggelamnya kapal penyebrangan di Danau Toba beberapa waktu lalu minat masyarakat untuk travelling ke destinasi wisata paling terkenal di Provinsi Sumatera Utara ini sedikit menurun. Wajar memang, sebab, selain menyimpan berbagai keunikan, keberadaan Pulau Samosir sebagai icon Danau Toba yang ada di tengah danau baru bisa dijejaki dengan menyebrangi danau terluas kedua di dunia itu.

Harus diakui, Danau Toba mampu menghipnotis siapapun yang datang. Dengan pesona alamnya yang sungguh indah, ditambah keberadaan Pulau Samosir yang seakan terhampar di tengah lautan, karena saking luasnya danau ini. Sebuah danau vulkanik terbesar dan terdalam kedua di dunia setelah Victoria Lake di Afrika. Tidak hanya itu, di pinggiran Danau Toba terdapat sejumlah air terjun yang begitu memesona.

Karenanya, untuk mengembalikan pesona Danau Toba di mata dunia pariwisata, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim  Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menggelar family trip ke Danau Toba sekaligus menyambangi Pulau Samosir pada akhir September lalu. Dalam Famtrip kali ini, AMPHURI Sumbagut mendatangkan lebih dari 300 biro perjalanan haji, umrah dan wisata muslim dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam AMPHURI.

Ketua DPD AMPHURI Sumbagut, Maulana Andi Surya mengatakan, memang pihaknya sengaja dalam famtrip yang diikuti lebih dari 300 owner biro travel dari seluruh Indonesia ini memilih menyambangi Danau Toba. Selain untuk memperkenalkan pesona yang dimiliki Danau Toba, pihaknya juga turut membantu pemerintah untuk memulihkan dunia pariwisata di Sumatera Utara khususnya Danau Toba pasca kejadian tenggelamnya kapal penyebrangan beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan kontribusi kita untuk turut mengembalikan citra Danau Toba kepada insan pariwisata. Sejatinya, Danau Toba itu selain banyak orang penasaran kawasan wisata ini memang aman, nyaman dan menyenangkan, sehingga mereka pun tidak merasa khawatir lagi untuk mempromosikan Danau Toba kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata Maulana saat ditemui hajiumrahnews.com di sela mendampingi para owner biro travel yang bernaung di bawah AMPHURI menjelajahi bumi Samosir.

Ketika menyambangi Pulau Samosir yang ditempuh dalam waktu 45 menit penyebrangan dari Kabupaten Parapat Sumatera Utara, para insan pariwisata dari berbagai penjuru Indonesia tampak begitu menikmati berbagai suguhan atraksi yang ada di Pulau Samosir. Di tempat ini, selain menyaksikan atraksi budaya adat istiadat Batak, peserta juga berinteraksi dengan masyarakat sekitar baik para pedagang maupun petugas di pelabuhan penyebrangan.

Untuk bisa menjelajahi Pulau Samosir yang berada di tengah hamparan luasnya Danau Toba yang berada di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut itu bisa diakses dari beberapa titik. Salah satunya yang dipilih peserta Famtrip AMPHURI kali ini adalah dari Kabupaten Parapat. Di mana peserta menginap di beberapa hotel yang ada di Parapat diantaranya The View Parapat Hotel dan Atsari Hotel.

“Semua kapal boat penyebrangan ke Pulau Samosir dilengkapi alat keamanan diri seperti lifejacket, pelampung, dan semua unitnya laik untuk menyebrang, begitu pula petugasnya semuanya profesional,” kata Maulana meyakinkan.

Memang, hari itu peserta famtrip tujuannya hanya menyebrangi Danau Toba menuju ke Pulau Samosir. Hanya saja, kata Maulana, selain danaunya yang sangat indah, di kawasan Danau Toba ini juga terdapat beberapa spot wisata yang menarik dan tak kalah indahnya. Di antaranya adalah :

Gunung Pusuk Buhit

Inilah fenomena alam yang ada di Pulau Samosir. Gunung Pusuk Buhit yang berada di kaldera gunung berapi super Toba ini menawarkan keindahan tersendiri.  Pengunjung bisa melihat Danau Toba dari ketinggian lebih dari 1.900 meter dari permukaan laut. Selain panoramanya yang luar biasa, gunung ini pastinya berhawa sejuk. Jadi, jangan lewatkan ketika berada di Pulau Samosir luangkan waktu untuk tracking ke Gunung Pusuk Buhit.

Paropo

Parapo adalah sebuah desa kecil yang memiliki keindahan alam yang letaknya di Silalahi di tepi Danau Toba. Desa Paropo kini menjadi salah satu destinasi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara. Letaknya yang strategis di tepian Danau Toba menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang hendak menghabiskan waktu untuk bersantai dimanjakan dengan keindahan Danau Toba dan angin sepoi-sepoi yang akan menemani sepanjang liburan.

Bukit Indah Simarjarunjung

Destinasi wisata ini menyuguhkan panorama yang sangat sulit ditampik kelokannya. Lokasinya sangat asyik dan asri bisa untuk bersantai atau membidik angle Danau Toba dari ketinggian. Dan yang tak kalah menariknya adalah adanya berbagai spot selfy yang cantik. Ada rumah pohon, gardu pandang, ayunan yang langsung berpanorama Danau Toba, dan lain sebagainya.

Menara Pandang Tele Samosir

Inilah menara pandang yang tingginya terdiri dari tiga tingkat dan masing-masing tingkatnya memiliki jarak pandang yang berbeda. Dari atas menara ini pengunjung akan melihat panorama Danau Toba dan sekitarnya dari kejauhan. Bahkan, sebagian daratan Pulau Samosir terlihat jelas dari menara ini.

Betapa tidak menakjubkan, di sisi sebelah kiri terdapat Gunung Pusuk Buhit yang legendaris dan dari sisi kanan, terhampar barisan pegunungan yang menjulang dan rumah penduduk di kaki gunung. Dari ketinggian menara ini tampak Danau Toba yang biru.

Air Terjun Efrata

Salah satu objek wisata yang ada di Pulau Samosir adalah air terjun Efrata yang memiliki daya tarik tersendiri. Lokasinya berada di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian.

Setidaknya itulah sejumlah destinasi wisata yang ada di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Lantas soal makanan halal dan fasilitas ibadah lainnya, Maulana Andi Surya menjaminnya bahwa, Sumatera Utara siap menyambut para traveller muslim yang pastinya mendambakan akomodasi dan fasilitas yang muslim friendly. (bee/hai)

Penulis: Bibah, Editor: Hayat Fakhrurrozi

LEAVE A REPLY