MTQ Nasional ke-27 Dibuka Presiden, Banten Favorit Pertahankan Juara Umum

0
162
Presiden Jokowi memukul Gong sebagai tanda dibukanya MTQ Nasional ke-27 di Medan, Sumatera Utara yang diselenggarakan pada 4-
Presiden Jokowi memukul bedug sebagai tanda dibukanya MTQ Nasional ke-27 di Medan, Sumatera Utara yang diselenggarakan pada 4-13 Oktober 2018.

HAJIUMRAHNEWS – MTQ Nasional ke-27 di Medan, Sumatera Utara akhirnya dibuka oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa sejak diturunkan pertama kali oleh Allah SWT, Alquran sudah menjadi pedoman mulia bagi umat Islam.

“Untuk keluar dari fase penuh kegelapan, fase dhulumat, dan fase jahiliyah menuju fase nur, fase yang sangat terang,” ujarnya di Arena Utama MTQ Nasional, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (7/10) malam.

Presiden juga mengingatkan pentingnya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia yang mengandung penjelasan-penjelasan tentang yang hak dan yang batil.

“Alquran juga menjadi petunjuk untuk memperkokoh akhlakul karimah, membangun kehidupan yang beradab, dan menerapkan ide-ide besar serta ide-ide mulia dalam Alquran untuk kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia,” ujarnya lebih lanjut.

Bahkan, kata Jokowi, Alquran menjadi sumber inspirasi bagi para ulama dan akademisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akhirnya menghadirkan kemajuan dalam kehidupan manusia.

Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat untuk merubah pandangan terhadap MTQ yang bukan lagi hanya sebagai sebuah acara rutin dan lomba menang-kalah dalam seni membaca Alquran.

“Hendaklah MTQ dijadikan sebagai suntikan energi bagi umat Islam di Indonesia untuk membumikan Alquran dalam dunia nyata, membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim,” ujarnya.

Menurut Jokowi, saat Alquran di acara MTQ ini dibaca dengan tajwid dan lagu yang merdu, marilah kita juga merenungkan dan memahami maknanya.

Jokowi berharap agar MTQ Tingkat Nasional dapat menjadi salah satu sumber kesejukan, menjadi sumber mata air melimpahnya Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.

“Hati kita seharusnya merasa damai setiap kali membaca Alquran, merasa tenteram setiap kali mendengarkan alunan ayat suci Alquran,” ucapnya.

Perasaan damai tersebut harus dirawat dan ditularkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak ada lagi hoaks, tidak ada lagi saling fitnah, dan tidak ada lagi caci-mencaci di antara sesama umat.

Tertunda

Pembukaan MTQ yang dilakukan oleh Presiden ini mengalami penundaan. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, karena sang kepala negara harus membuka ajang internasional Asian Para Games 2018 terlebih dahulu.

“Berdasarkan jadwal awal, pembukaan MTQ dibuka Jokowi pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Namun acara tersebut mundur menjadi taggal 7 Oktober,” ujar Lukman.

Kendati pembukaan MTQ oleh Jokowi tertunda, sejumlah perlombaan tetap berjalan sesuai jadwal, salah satunya lomba kaligrafi Al Quran.

Menurut Lukman, MTQ merupakan ajang yang penting untuk umat Islam. Kehadirannya ikut menjaga Alquran sesuai dengan konteks kekinian.

“MTQ juga berperan untuk mengembangkan pemahaman dan membumikan Alquran di tengah masyarakat, terutama bagi umat Islam,” ujar Lukman lebih lanjut.

Ajang tersebut, lanjut dia, memiliki dimensi yang luas sehingga bisa berperan untuk lintas sektor.

“MTQ ini bukan hanya keagamaan tapi juga politik, ekonomi, sosial, peradaban. MTQ ini juga untuk menjaga Alquran, ayat keilmuan maupun nilai seninya,” pungkas Lukman Hakim.

Juara Umum Lagi

MTQ Nasional dilaksanakan dua tahun sekali. Tahun 2016, juara umum MTQ Nasional di Lombok, NTB diraih oleh Provinsi Banten. Tahun ini, Banten pun difavoritkan akan mempertahankan prestasi tersebut. Meski begitu, Banten tidak akan mudah meraihnya karena saingan tahun ini tentu akan lebih berat lagi.

Menurut Ketua Pembina MTQ untuk Provinsi Banten, Abdul Rozak, dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 4-13 Oktober 2018 ini Banten mempunyai pesaing terberat yang berasal dari kebanyakan Pulau Jawa.

“Banten sendiri sangat diperhitungkan. Kita akan maksimal pertahankan juara. Apalagi kita mempersiapkan kafilah yang akan bertanding dari jauh-jauh hari untuk MTQ Nasional ini,” ujar Abdul Rozak.

Pada MTQ kali ini Banten mengirimkan 140 kafilah dan Abdul Rozak meyakini bahwa provinsi ini akan bisa mempertahankan juara umum.

“Hingga acara rampung, kita tetap optimis bisa mempertahankan juara umum yang direbut saat MTQ di Lombok,” pungkasnya. (*)

 

LEAVE A REPLY