Prof. Amany : Indonesia Menjadi Contoh Persatuan dalam Keberagaman

0
27
Prof Amany Lubis bersama Pimpinan Pondok Modern Tazakka dan peserta kuliah umum dari Afganistan, di Tazakka, Batang, Minggu (7/10)
Prof Amany Lubis bersama Pimpinan Pondok Modern Tazakka dan peserta kuliah umum dari Afganistan, di Tazakka, Batang, Minggu (7/10)

HAJIUMRAHNEWS- Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Amany Lubis, MA memberikan kuliah umum untuk siswa Afganistan program short course Setwapres-MUI dan seluruh siswa kelas 6 KMI Pondok Modern Tazakka, pada Minggu, (7/10). Stadium generale dalam bahasa Inggris itu mengangkat tema tentang: Unity in Diversity, atau dalam bahasa Arab dengan istilah “al-wihdah fi at-tanawwu’.

Dalam pemaparannya, Amany menjelaskan tentang makna persatuan dalam keberagaman. “Peradaban Islam global akan kembali maju dan berkembang pesat apabila ukhuwah islamiyah terjalin sangat kuat,” katanya seperti dikutip dalam keterangan resmi Pondok Modern Tazakka yang diterima hajiumrahnews.com, Minggu (7/10).

Amany menambahkan kemajuan tersebut akan tercapai apabila masing-masing bangsa dan negara saling mengenal budaya satu sama lain, saling memahami, saling bekerjasama dan saling melengkapi atau menguatkan serta mengutamakan kemaslahatan bersama.

“Indonesia menjadi contoh bagi bangsa lain, dengan keberagaman yang sangat majemuk namun masyarakatnya tetap utuh bahu membahu, dapat saling bekerjasama dan menghormati serta berkomitmen menjaga kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa,” jelas Amany yang menjadi satu-satunya perempuan anggota majelis fatwa Uni Emirat Arab ini.

Sementara dalam sambutannya, Direktur KMI Kyai M Bisri menyampaikan ucapan selamat datang kepada profesor Amany. Menurutnya, kehadiran guru besar UIN tersebut merupakan kehormatan bagi Tazakka sekaligus memberikan kebanggaan tersendiri bagi para santri.

Hal senada diungkap Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kiai Anizar Masyhadi yang ikut hadir sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Keberagaman yang ada itulah kekuatan untuk bersatu dan maju bukan sebaliknya. “Dunia menaruh perhatian besar kepada kita atas persatuan Indonesia dalam berbagai keberagaman, kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kiai Anizar.

Menurutnya, jika mengutip data dari Prof Amany, bahwa ada sekitar 400-an suku bangsa di Indonesia, 1.100-an bahasa dan lebih dari 17 ribu pulau, semuanya dirangkai dalam satu kesatuan ukhuwah Islamiyah.  “Maka dengan ukhuwah Islamiyah tersebut, Indonesia mampu membuktikan menjadi negara yang majemuk tetapi bersatu dan hidup damai,” ujarnya.

Tampak hadir pula anggota DPR Marlinda yang didaulat oleh Pimpinan Tazakka untuk memberikan motivasi dan semangat kepada siswa Afganistan. “Doktor Marlinda sedang melakukan kunjungan kerja di Batang, kebetulan kawan sekolah Profesor Amany di Lemhanas, jadi beliau berdua di Tazakka seperti reuni,” kata salah seorang panitia. (hai)

LEAVE A REPLY